By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Ancaman Tarif 32 % Berhasil Diblokir. Inilah Strategi Menteri ESDM Selamatkan Ekspor Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ancaman Tarif 32 % Berhasil Diblokir. Inilah Strategi Menteri ESDM Selamatkan Ekspor Nasional

Ekonomi

Ancaman Tarif 32 % Berhasil Diblokir. Inilah Strategi Menteri ESDM Selamatkan Ekspor Nasional

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
3 Min Read
(ilustrasi) Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyatakan setiap perjanjian internasional, harus dihitung secara cermat untuk memastikan dampaknya secara langsung terhadap kesejahteraan rakyat kecil dan keberlangsungan industri dalam negeri. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sebuah langkah diplomasi strategis yang dipimpin oleh Menteri Energi dan umber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, berhasil mengamankan masa depan jutaan pekerja Indonesia.

Melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 19 Februari 2026, Indonesia sukses mengunci tarif 0% untuk 1.819 produk ekspor unggulan. Kebijakan ini menjadi perisai ekonomi yang melindungi sekitar 5 juta buruh di sektor padat karya dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Kesepakatan ini merupakan puncak dari negosiasi alot yang membuktikan orientasi diplomasi ekonomi era Menteri Bahlil yang pro-rakyat, atau yang disebutnya diplomasi “Piring Nasi”. Setiap perjanjian internasional, menurutnya, harus dihitung secara cermat untuk memastikan dampaknya secara langsung terhadap kesejahteraan rakyat kecil dan keberlangsungan industri dalam negeri.

“Setiap kesepakatan internasional dihitung secara matang demi memastikan industri rakyat tetap kompetitif dan jutaan pekerja nasional terhindar dari ancaman PHK akibat tarif global,” tegas Bahlil.

Sebelum adanya kesepakatan ART, industri padat karya nasional dibayangi oleh ancaman tarif unilateral dari AS sebesar 32% yang akan berlaku pada April 2025. Ancaman ini berpotensi melumpuhkan sektor-sektor strategis seperti kelapa sawit, tekstil, kopi, dan karet, yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Namun, melalui diplomasi yang intensif, Indonesia berhasil menurunkan tarif resiprokal menjadi 19% dan bahkan memperoleh tarif 0% untuk sejumlah komoditas krusial. Untuk sektor tekstil dan apparel, yang mempekerjakan sekitar 4 juta orang, AS memberikan mekanisme Tariff-Rate Quota (TRQ) yang memungkinkan produk Indonesia masuk dengan tarif 0%.

“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa diplomasi yang dijalankan Menteri Bahlil tidak hanya berfokus pada angka-angka makroekonomi, tetapi juga pada dampak nyata bagi stabilitas “piring nasi” jutaan keluarga Indonesia. Dengan mengamankan akses pasar bagi 1.819 produk, dari komponen elektronik hingga rempah-rempah, pemerintah memastikan bahwa industri rakyat dapat terus berproduksi dan bersaing di pasar global.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga membuka akses pasar untuk produk-produk AS. Namun, langkah ini telah diperhitungkan dengan matang untuk memastikan tidak merugikan kepentingan nasional. Komitmen impor difokuskan pada bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri, seperti gandum dan kedelai, sehingga tidak membebani masyarakat dengan biaya tambahan untuk produk konsumsi sehari-hari seperti mie, tahu, dan tempe

Baca Juga :

Zodiak Hari Ini, Kamu Harus Move On, Healing, atau Ngodein Dia?
Menkumham: Pelanggaran Hukum Jika Lindungi Harun Masiku, Buronan Kasus Suap

Langkah pemerintah mengunci tarif 0% ini bukan sekadar kemenangan dagang, melainkan sebuah bukti negara hadir untuk melindungi setiap tetes keringat para buruh dan menjaga denyut nadi industri nasional. Diplomasi “Piring Nasi” telah membuktikan efektivitasnya sebagai perisai ekonomi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:AsATRBahlil LahadaliaMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sensasi Iftar Ala Negeri Tirai Bambu di Twelve Chinese Dining
Next Article Mudah Emosi Saat Puasa? Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index