By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mudah Emosi Saat Puasa? Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mudah Emosi Saat Puasa? Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua

KesehatanTerkini

Mudah Emosi Saat Puasa? Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - Orang tua menasihati anak. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa Nena Mawar Sari membagikan tips parenting kepada para orang tua agar mampu mengelola emosi saat menghadapi anak. Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah mengambil jeda sejenak dan menyadari emosi yang sedang dirasakan sebelum bereaksi.

“Biasanya dalam kondisi lapar, marah, kesepian kemudian kita merasa capek, emosi kita jadi mudah terpancing. Nah caranya adalah dengan berjeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Nena menjelaskan, emosi yang mudah meledak sering kali dipicu oleh kondisi yang dikenal dengan istilah HALT, yakni hungry, angry, lonely, tired. Faktor lapar, marah, merasa sendirian, hingga kelelahan dapat memengaruhi kestabilan emosi orang tua dalam proses pengasuhan anak.

Situasi ini menjadi semakin menantang, terutama saat bulan puasa. Penurunan kadar gula darah akibat menahan makan dan minum dapat membuat tubuh terasa lemas dan suasana hati lebih sensitif.

“Kita harus menahan lah emosi, emosional kita, belum lagi sibuk masak dan energi kita habis,” jelasnya lagi.

Ia menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai langkah awal untuk mencegah respons impulsif. Dengan memahami kondisi fisik dan psikologis yang sedang dialami, orang tua dapat memilih untuk berhenti sejenak sebelum berbicara atau mengambil tindakan yang berisiko disesali di kemudian hari.

“Jadi nggak apa-apa untuk mengatakan mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti atau misalnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat dan lain sebagainya sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif,” katanya.

Selain regulasi emosi, dukungan dalam pengasuhan juga menjadi faktor penting. Nena menyoroti perlunya dukungan emosional serta pembagian peran yang adil antara ayah dan ibu. Pengasuhan anak sebaiknya tidak dibebankan hanya kepada satu pihak.

Komunikasi terbuka dengan pasangan dinilai dapat membantu meredakan tekanan sekaligus mencari solusi atas tantangan yang dihadapi bersama. Diskusi mengenai pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan dapat menciptakan keseimbangan yang lebih sehat dalam keluarga.

Baca Juga :

UIN Jakarta Resmi Buka Prodi Magister Manajemen, Siapkan Lulusan Kompetitif
Memiliki Visi Sama, Prabowo Didukung Relawan Khofifah di Pilpres 2024

“Jadi setiap anggota keluarga hendaknya punya peran yang sama dan setara sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” tutup Nena.

Dengan menerapkan regulasi emosi, memahami konsep HALT, serta membangun kerja sama yang solid dalam keluarga, orang tua dapat menciptakan pola asuh yang lebih positif dan minim konflik, terutama di momen-momen penuh tantangan seperti bulan Ramadhan.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Kesehatan MentalParenting
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ancaman Tarif 32 % Berhasil Diblokir. Inilah Strategi Menteri ESDM Selamatkan Ekspor Nasional
Next Article Bahlil Buka Suara; Jangan Harap Indonesia Jual Mineral Mentah Lagi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

17 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index