By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: CNG Bisa Hemat APBN Rp130 Triliun, Indonesia Mulai Tinggalkan LPG Impor
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » CNG Bisa Hemat APBN Rp130 Triliun, Indonesia Mulai Tinggalkan LPG Impor

Ekonomi

CNG Bisa Hemat APBN Rp130 Triliun, Indonesia Mulai Tinggalkan LPG Impor

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA — Penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) diproyeksikan membawa dampak ekonomi besar bagi Indonesia. Selain menekan impor energi, peralihan dari LPG subsidi ke CNG juga dinilai mampu menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah.

Guru Besar FEB UI Telisa Aulia Felianty mengatakan penggunaan CNG berpotensi mengurangi tekanan impor LPG yang selama ini membebani devisa negara. Sebab, bahan baku gas untuk CNG tersedia melimpah di dalam negeri.

“Penggunaan CNG bisa menghemat APBN hingga Rp130 triliun. Impor LPG juga otomatis berkurang karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri,” kata Telisa dalam dialog Pro3 RRI, Jumat (8/5/2026).

Saat ini, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dinilai semakin mengkhawatirkan. Sepanjang awal 2026, impor disebut sudah memenuhi hampir 84 persen kebutuhan LPG nasional.

Volume impor LPG Indonesia bahkan diperkirakan mencapai 7 hingga 8,6 juta ton per tahun. Kondisi tersebut membuat subsidi energi semakin rentan terhadap lonjakan harga global dan pelemahan rupiah.

Pemerintah sendiri menggelontorkan subsidi LPG sekitar Rp80 triliun hingga Rp87 triliun setiap tahun. Beban besar itu dinilai menggerus ruang fiskal negara untuk membiayai program produktif lain.

Karena itu, penggunaan CNG dinilai bukan sekadar proyek energi alternatif, tetapi strategi ekonomi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyebut biaya produksi CNG lebih murah dibanding LPG, dengan selisih efisiensi mencapai 30 hingga 40 persen.

Pemerintah bahkan tetap menyiapkan skema subsidi untuk tabung CNG ukuran tiga kilogram agar harga jualnya tetap terjangkau masyarakat seperti LPG subsidi saat ini.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Anant Ambani, Anak Orang Terkaya India Gelar Pranikah Mewah hingga Undang Rihanna
Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad Dituding Terlibat Pencucian Uang, Singgung Tahun Politik

Meski demikian, implementasi CNG diperkirakan tidak mudah. Pemerintah harus menyiapkan investasi besar untuk infrastruktur distribusi, keamanan tabung, hingga penyesuaian peralatan rumah tangga.

“Implementasi penggunaan CNG tidak mudah dan memerlukan anggaran besar. Pemerintah perlu membantu masyarakat menyesuaikan sarana penggunaan energi,” ujar Telisa.

Tabung CNG diketahui membutuhkan tekanan penyimpanan jauh lebih tinggi dibanding LPG, yakni mencapai 200 hingga 250 bar. Karena itu, regulator, kompor, dan perlengkapan rumah tangga harus disesuaikan.

Kementerian ESDM kini mulai menyiapkan pengembangan tabung CNG tiga kilogram untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM. Penggunaan energi tersebut sebelumnya juga sudah diterapkan di sejumlah hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis.

Jika transisi energi ini berjalan sukses, Indonesia dinilai tidak hanya bisa mengurangi impor LPG secara bertahap, tetapi juga menghemat subsidi energi dalam jumlah besar sekaligus memperkuat ekonomi nasional dari tekanan global.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:CNGGuru Besar FEB UITelisa Aulia Felianty
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri Bahlil Percepat Listrik Lintas Negara ASEAN demi Keadilan Energi
Next Article Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index