JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan situasi menjelang krisis 1998. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia justru dinilai masih berada dalam fase ekspansi dan akselerasi pertumbuhan.
Dalam acara APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya mengungkapkan bahwa hasil analisis JP Morgan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ketahanan ekonomi terkuat kedua di dunia dalam menghadapi potensi krisis global.
“Walau krisis global, kita nomor dua paling kuat dibanding negara-negara lain. Bahkan di atas Amerika, China, Australia dan lain-lain. Ini dari JP Morgan,” ujar Purbaya.
Menurutnya, berbagai indikator ekonomi menunjukkan fundamental Indonesia tetap solid. Karena itu, ia membantah anggapan yang menyamakan kondisi saat ini dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998.
“Anda perhatikan, ’98 jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama satu tahun penuh. Kita sekarang boro-boro resesi, masih ekspansi, masih akselerasi,” tegasnya.
Optimisme pemerintah juga didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I-2026. Angka tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir, lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen dan kuartal I-2025 sebesar 4,87 persen.
Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun, didorong oleh percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun.
Selain JP Morgan, Asian Development Bank (ADB) disebut memiliki penilaian serupa mengenai ketahanan ekonomi Indonesia. Purbaya mengaku mendapat informasi langsung dari pejabat ADB yang menempatkan Indonesia dalam kelompok dua negara paling tangguh menghadapi gejolak ekonomi global.
“Official ADB bilang sama saya kita di atas,” kata Purbaya.
Dengan pertumbuhan yang terus menguat dan ketahanan ekonomi yang dinilai tinggi oleh lembaga internasional, pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus meningkat dan mendekati target 6 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I (yoy):
Tahun Pertumbuhan (%) Status Ekonomi
1Q 2026 5,61% Ekspansi & Akselerasi
4Q 2025 5,39% Stabil
1Q 2025 4,87% Pemulihan
Analisis Global JP Morgan & ADB Top 2 Ketahanan Krisis