CALIFORNIA – Tim nasional Amerika Serikat berhasil menjaga gengsi sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar di Santa Clara, California, AS, Rabu (1/7/2026). Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi USMNT di fase knockout Piala Dunia sejak edisi 2002.
Kemenangan itu penuh drama. Amerika Serikat memang memastikan tiket ke babak 16 besar, tetapi harus kehilangan penyerang andalannya, Folarin Balogun, yang diganjar kartu merah kontroversial pada babak kedua dan dipastikan absen saat menghadapi Belgia.
Balogun lebih dulu menjadi pahlawan setelah mencetak gol pembuka sesaat sebelum turun minum. Itu merupakan gol ketiganya di Piala Dunia 2026. Namun, pada menit ke-64, penyerang AS Monaco itu diusir keluar lapangan setelah wasit asal Brasil, Raphael Claus, mengubah keputusannya usai meninjau tayangan VAR. Claus menilai Balogun melakukan pelanggaran serius terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic, ketika kedua pemain berebut bola.
“Kami harus berjuang sangat keras. Semuanya tidak berjalan sesuai rencana setelah kartu merah itu, tetapi justru menunjukkan betapa kuatnya tim kami. Saat jeda pendinginan kami mengatakan, inilah yang dibutuhkan untuk menjadi tim yang benar-benar tangguh,” ujar Christian Pulisic dikutip dari ESPN.
Bermain dengan 10 orang tidak membuat Amerika Serikat bertahan total. Sebaliknya, mereka mampu mengunci kemenangan melalui tendangan bebas indah Malik Tillman pada menit ke-82 yang meluncur melewati pagar hidup Bosnia dan tak mampu dihentikan penjaga gawang lawan.
Gol tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan Bosnia-Herzegovina dan memastikan kemenangan bersejarah bagi pasukan Mauricio Pochettino. Selain mengakhiri penantian sejak 2002, Amerika Serikat juga memutus rentetan 10 kekalahan beruntun melawan tim-tim asal Eropa di Piala Dunia.
Usai pertandingan, Pochettino menegaskan bahwa Balogun seharusnya tidak mendapat kartu merah. “Bagi saya, itu sama sekali bukan kartu merah. Tidak pernah ada niat untuk menginjak lawan. Itu situasi normal dalam sepak bola ketika dua pemain berebut bola,” tegas pelatih asal Argentina tersebut.
Gelandang Weston McKennie juga mempertanyakan aturan FIFA yang tidak membuka peluang banding atas hukuman kartu merah tersebut. “Pada fase seperti ini, ketika setiap pemain sangat penting, menurut saya aturan itu agak aneh. Banyak kejadian serupa sepanjang turnamen yang bahkan tidak menghasilkan kartu,” katanya.
Kini Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 besar, sekaligus berusaha membalas kekalahan dari lawan yang sama pada Piala Dunia 2014. Meski tanpa Balogun, kemenangan dramatis atas Bosnia-Herzegovina memberi suntikan kepercayaan diri bahwa Timnas negeri Paman Sam ini masih mampu menjaga mimpi besar sekaligus kehormatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.