VANCOUVER – Jangan remehkan Swiss di Piala Dunia 2026. Tanpa banyak sorotan, tim asuhan Murat Yakin terus melaju dengan performa yang konsisten dan kini menjelma sebagai salah satu penantang berbahaya di babak 16 besar. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Aljazair di Stadion BC Place, Vancouver, Kamis (2/7), memastikan langkah mereka ke fase berikutnya dengan status belum terkalahkan sejak fase grup.
Swiss tampil sangat disiplin dan efisien untuk menyingkirkan Aljazair. Mereka kini tinggal menunggu pemenang laga Kolombia kontra Ghana yang akan menjadi lawan berikutnya pada babak 16 besar.
Meski pertandingan tidak dipenuhi banyak peluang spektakuler, Swiss menunjukkan kualitas taktik yang luar biasa. Murat Yakin sukses merancang strategi untuk meredam agresivitas Aljazair sebelum menghukum lawannya lewat dua serangan balik cepat yang efektif.
Menariknya, duel ini juga mempertemukan Murat Yakin dengan sosok yang sangat mengenal sepak bola Swiss, yakni pelatih Aljazair Vladimir Petkovic, yang pernah menangani Swiss selama tujuh tahun pada periode 2014 hingga 2021.
Yakin sengaja membiarkan Aljazair menguasai bola sejak awal sebelum melancarkan serangan balik mematikan. Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-10.
Berawal dari keberhasilan merebut bola di wilayah sendiri, pemain muda berusia 20 tahun Johan Manzambi melakukan akselerasi cepat dari sisi kiri sebelum mengirim umpan matang kepada Breel Embolo. Penyerang Swiss itu tanpa kesulitan menceploskan bola dari jarak dekat untuk membawa timnya unggul 1-0.
Setelah unggul, Swiss langsung mengubah pendekatan permainan. Mereka membentuk lima gelandang saat kehilangan bola sehingga ruang gerak pemain-pemain Aljazair nyaris tertutup rapat. Strategi itu membuat pasukan Vladimir Petkovic kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Kesempatan terbaik Aljazair baru hadir pada masa injury time babak pertama ketika Ibrahim Maza melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun bola masih melebar dari gawang Swiss.
Memasuki babak kedua, Swiss kembali menunjukkan efektivitas luar biasa. Serangan dari sisi kanan menghasilkan kemelut di depan gawang setelah sapuan kurang sempurna Rafik Belghali justru mengarah ke kaki Dan Ndoye.
Winger tersebut dengan tenang melepaskan penyelesaian akurat yang gagal dijangkau penjaga gawang Luca Zidane, menggandakan keunggulan Swiss menjadi 2-0.
Aljazair sebenarnya sempat memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Sang kapten Riyad Mahrez memperoleh ruang tembak yang cukup terbuka di depan kotak penalti, namun sepakannya justru membentur pemain bertahan Swiss sehingga peluang itu terbuang sia-sia.
Di bawah komando Granit Xhaka, Swiss tetap disiplin menjaga bentuk pertahanan sambil sesekali mengancam melalui serangan balik cepat. Aljazair pun enggan terlalu banyak menyerang karena khawatir kembali dihukum lewat transisi kilat lawannya.
Swiss menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0 sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan sepanjang turnamen. Dengan organisasi permainan yang solid, disiplin tinggi, dan serangan balik mematikan, Swiss kini muncul sebagai ancaman senyap yang patut diwaspadai seluruh kontestan babak 16 besar Piala Dunia 2026.