By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gunung Anak Krakatau Siaga: Warga Banten & Lampung Harus Antisipasi!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gunung Anak Krakatau Siaga: Warga Banten & Lampung Harus Antisipasi!

Terkini

Gunung Anak Krakatau Siaga: Warga Banten & Lampung Harus Antisipasi!

Alexander
By
Alexander
3 hours ago
Share
4 Min Read
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengeluarkan asap putih. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status gunung api ini dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sehingga meminta warga Banten dan Lampung waspada. (Foto, dok/PVMBG)
SHARE

BANTEN – Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir Banten dan Lampung, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan, termasuk bagi nelayan, wisatawan, maupun pelaku pelayaran.

Peningkatan status tersebut ditetapkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, meminta seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas gunung masih berada pada status Siaga.

“Sehubungan dengan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda menjadi Level III (Siaga) berdasarkan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dengan ini disampaikan kepada seluruh nakhoda, pemilik/pengusaha kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, serta seluruh pengguna jasa angkutan laut yang melaksanakan pelayaran di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran,” kata Raden Yogie Nugraha dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Pemerintah mengeluarkan sejumlah arahan penting, di antaranya kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Para nakhoda juga diminta terus memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan instansi terkait, serta memperhatikan arah sebaran abu vulkanik sebelum berlayar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas tersebut dipicu adanya suplai magma menuju permukaan.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan,” ujar Lana Saria, Jumat (3/7/2026).

Di Kabupaten Pandeglang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah menyebarkan peringatan kepada masyarakat pesisir hingga tingkat desa. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, mengajak masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

“Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,” kata Acep Firmansyah di Pandeglang, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga :

Dulu Dihina, Kini Terbukti! Bahlil Pasang Badan Sikat Mafia LPG Demi Harga Adil untuk Rakyat
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Premier League, Lewati Thierry Henry dan De Bruyne

Ia menegaskan aktivitas masyarakat masih berjalan normal, namun nelayan, wisatawan, dan warga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau karena berisiko terkena lontaran material pijar.

Di sisi lain, para nelayan di Pandeglang masih tetap melaut. Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Jumami, mengatakan para nelayan memahami risiko tersebut, namun tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Yang jelas tetap hati-hati karena ada imbauan, tetapi semua tetap melaut,” ujar Jumami, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, nelayan sudah terbiasa menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau meski rasa khawatir tetap ada. Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan yang lebih dirasakan saat ini justru menurunnya hasil tangkapan ikan sekitar 5 hingga 10 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah menegaskan bahwa kondisi di wilayah pesisir Banten dan Lampung masih terkendali. Meski demikian, seluruh masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan pemerintah daerah serta mematuhi rekomendasi keselamatan selama status Level III (Siaga) masih berlaku.

You Might Also Like

Penalti Emas Mbappe Bungkam Paraguay, Prancis Melaju ke Perempat Final
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Kanada Tersingkir, Singa Atlas Ukir Sejarah ke Perempat Final
Gol Cepat Jhon Arias Singkirkan Ghana! Kolombia Melesat ke 16 Besar
Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo
TAGGED:Badan GeologiBantenGunung Anak KrakatauLampung
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo
Next Article Gol Cepat Jhon Arias Singkirkan Ghana! Kolombia Melesat ke 16 Besar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Kisah Cinderella Cape Verde Berakhir, Argentina Harus Mati-Matian Sebelum Lolos

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Tangis Haru Salah Berujung Duel Lawan Messi di 16 Besar

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Diam-Diam Mematikan! Swiss Belum Terkalahkan dan Siap Jadi Ancaman Besar

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Drama Gila! VAR Hancurkan Harapan Kroasia dan Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index