MIAMI – Timnas Inggris membuktikan kematangan mentalnya saat menumbangkan Norwegia 2-1 setelah babak perpanjangan waktu pada perempat final Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, AS, Sabtu (11/7) waktu setempat. Meski sempat tertinggal, The Three Lions mampu mengendalikan tekanan dan memanfaatkan momentum untuk mengamankan tiket ke semifinal.
Norwegia lebih dulu mengejutkan Inggris melalui Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Gol tersebut lahir setelah lini belakang Inggris melakukan kesalahan dalam mengantisipasi serangan lawan.
Namun, respons Inggris menunjukkan kualitas tim yang lebih matang. Jude Bellingham menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum melalui penyelesaian tenang yang menghidupkan kembali harapan pasukan Thomas Tuchel.
Pada babak kedua, Norwegia sempat kembali mencetak gol melalui Torbjørn Heggem. Namun, VAR menganulir gol tersebut setelah Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran terhadap Elliott Anderson dalam proses terciptanya gol.
Momentum itu menjadi titik balik bagi Inggris. Di babak tambahan waktu, Bellingham kembali muncul sebagai pembeda setelah memanfaatkan bola muntah dari kesalahan kiper Ørjan Nyland. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengantar Inggris ke semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya dalam sejarah.
Meski lolos, pelatih Thomas Tuchel justru menilai anak asuhnya masih jauh dari performa terbaik. “Hasilnya luar biasa. Kami berada di empat besar, tetapi saya tidak puas dengan penampilan kami. Kami membuat hidup kami sendiri menjadi sangat sulit. Terlalu banyak kesalahan teknis, permainan tidak cukup cepat, dan hari ini kami juga sedikit beruntung,” ujar Tuchel seusai pertandingan dikutip dari The Guardian.
Meski demikian, pelatih asal Jerman itu tetap memuji karakter timnya yang mampu bertahan dalam situasi sulit. “Saya bangga dengan cara para pemain menghadapi tekanan dan terus berjuang hingga akhir,” katanya.
Sementara itu, Bellingham menilai kemenangan tidak selalu harus diraih lewat permainan indah. Menurut gelandang berusia 23 tahun tersebut, menghadapi tim sekelas Norwegia yang diperkuat Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sørloth membutuhkan kesabaran serta daya juang tinggi.
Ia menegaskan bahwa pertandingan besar sering kali ditentukan oleh karakter, bukan hanya kualitas permainan.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang perjalanan impresif Inggris di bawah asuhan Tuchel. Meski permainan mereka menuai kritik, Inggris kembali menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang dan ketangguhan saat menghadapi tekanan.
Sebaliknya, Norwegia harus mengakhiri mimpi tampil di semifinal setelah memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. Haaland yang diharapkan menjadi pembeda justru gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran dan kesulitan menembus pertahanan Inggris.
Di semifinal, Inggris akan menghadapi Argentina setelah wakil Amerika Selatan itu berhasil menyingkirkan Swiss. Tantangan berikutnya dipastikan jauh lebih berat, dan Tuchel menegaskan timnya harus tampil lebih baik bila ingin menjaga asa mengangkat trofi Piala Dunia 2026.