By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ahli Gizi Ingatkan Susu Tidak Bisa Gantikan Makanan Utama Anak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ahli Gizi Ingatkan Susu Tidak Bisa Gantikan Makanan Utama Anak

Kesehatan

Ahli Gizi Ingatkan Susu Tidak Bisa Gantikan Makanan Utama Anak

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
Anak minum susu. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan susu sebagai pengganti makanan utama anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut berisiko mengganggu keseimbangan asupan gizi anak dalam jangka panjang.

Contents
Susu Bukan Pengganti Asupan Gizi LengkapPeran Orang Tua Bentuk Pola Makan Anak

Rita menjelaskan bahwa susu sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan lengkap atau dijadikan makanan selingan, bukan sebagai substitusi makan utama.

“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengkondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama, misalnya siang hari makan lengkap. Tapi jangan sampai diposisikan susu menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” kata Rita, Jumat (9/01)

Susu Bukan Pengganti Asupan Gizi Lengkap

Rita menuturkan, susu memang mengandung protein dan kalsium yang penting bagi pertumbuhan anak. Namun, kandungan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi secara menyeluruh jika dikonsumsi sebagai satu-satunya sumber makanan.

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada susu justru dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi tertentu, terutama karbohidrat kompleks dan serat.

“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbo, protein, lemak dan mikronutrien itu enggak tercipta kalau mengonsumsi hanya berupa makanan cair saja. Dan tentunya proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak baik kalau hanya menerima makanan cair saja,” tutur dia.

Peran Orang Tua Bentuk Pola Makan Anak

Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu menekankan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan makan. Pada fase ini, anak belajar mengenal jenis makanan dan pola makan yang akan terbawa hingga dewasa.

Karena itu, Rita menilai peran orang tua sangat krusial dalam mengajarkan dan membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Orang tua juga perlu lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak, terutama bagi anak yang cenderung lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.

Pendekatan yang bisa dilakukan antara lain dengan menyepakati menu bersama anak serta memodifikasi sajian agar sesuai selera tanpa mengurangi nilai gizinya.

Baca Juga :

Program MBG: Strategi Pemerintah Bangun Kemandirian Ekonomi Bangsa
DPR Ingatkan Pemerintah Fokus Benahi Keselamatan KRL, Bukan Sekadar Gerbong Khusus Perempuan

“Berikanlah makan utama dulu, nanti ketika selingan apa yang masih kurang di makan utama misalnya anak kurang dapat kalsium, protein, maka susu bisa melengkapi sebagai makanan selingan bersama dengan makanan lain misalnya buah,” jelas ahli gizi lulusan Universitas Indonesia itu.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:AnakKesehatan AnakSusu
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sabar/Reza Terhenti di Perempat Final Malaysia Open 2026
Next Article BI Catat Modal Asing Masuk Rp1,44 Triliun di Awal Januari 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index