INVERSI.ID – Masih banyak anak muda yang menganggap bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua. Padahal, pola hidup tidak sehat, stres, serta faktor genetik bisa menyebabkan gangguan jantung menyerang sejak usia 20-an.
Menurut Dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, pemikiran seperti “usia 23 tahun masih terlalu muda untuk sakit jantung” merupakan kesalahan yang berbahaya.
“Nah, ini satu pikiran yang salah yang tidak boleh diabaikan,” kata Dr. Iwan, Sabtu (3/5).
Ia menekankan bahwa anak muda tetap perlu memantau kesehatan jantungnya, apalagi jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi sejak muda, atau kebiasaan merokok.
Jenis Pemeriksaan Jantung yang Dianjurkan untuk Anak Muda
Untuk mendeteksi gangguan jantung secara dini, beberapa jenis pemeriksaan medis dapat dilakukan bahkan sejak usia muda. Salah satunya adalah exercise stress test atau uji stres jantung.
Dikutip dari Cleveland Clinic, exercise stress test dilakukan sambil berjalan di atas treadmill, yang disertai pemantauan aktivitas listrik jantung menggunakan EKG (elektrokardiogram). Tes ini berguna untuk mengevaluasi kemampuan jantung memompa darah, melihat potensi gangguan irama jantung, serta mendeteksi kemungkinan penyempitan pembuluh darah koroner.
Berikut beberapa pemeriksaan lain yang disarankan untuk anak muda dengan faktor risiko:
- Medical check-up menyeluruh: Mengevaluasi kesehatan umum dan potensi penyakit tersembunyi.
- Pemeriksaan EKG: Mengidentifikasi gangguan ritme jantung.
- Tes treadmill: Melihat reaksi jantung terhadap aktivitas fisik.
- Echocardiography: Jika diperlukan, untuk mengetahui struktur dan fungsi jantung secara detail.
Pemeriksaan ini biasanya disesuaikan dengan kondisi fisik, riwayat keluarga, dan keluhan yang dialami.
Waspadai Gejala Ringan yang Sering Diabaikan
Dr. Iwan juga mengingatkan bahwa tidak semua gangguan jantung menunjukkan gejala berat di awal. Justru sering kali, gejalanya tampak ringan namun berulang.
Beberapa gejala awal yang harus diwaspadai antara lain:
- Nyeri dada saat beraktivitas
- Jantung berdebar atau detak tidak teratur
- Sesak napas yang tidak biasa
- Pusing atau ingin pingsan
- Mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat
“Kalau merasa dada nyeri atau sering lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat, jangan anggap sepele. Segera cek ke dokter,” tegasnya.
Meski olahraga dan gaya hidup aktif penting untuk kesehatan, pemeriksaan jantung tetap dianjurkan sebelum memulai aktivitas fisik yang intensif.
Jaga Jantung Sejak Dini, Jangan Tunggu Terlambat
Merasa masih muda dan sehat bukan jaminan bebas dari penyakit jantung. Risiko bisa datang kapan saja, terutama jika gaya hidup tidak dijaga. Pemeriksaan jantung secara berkala dan kesadaran sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung seumur hidup.
Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.***