By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Juga Bisa Kena Penyakit Jantung, Ini Pemeriksaan dan Gejala yang Harus Diwaspadai
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Juga Bisa Kena Penyakit Jantung, Ini Pemeriksaan dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Kesehatan

Anak Muda Juga Bisa Kena Penyakit Jantung, Ini Pemeriksaan dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Masih banyak anak muda yang menganggap bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua. Padahal, pola hidup tidak sehat, stres, serta faktor genetik bisa menyebabkan gangguan jantung menyerang sejak usia 20-an.

Contents
Jenis Pemeriksaan Jantung yang Dianjurkan untuk Anak MudaWaspadai Gejala Ringan yang Sering DiabaikanJaga Jantung Sejak Dini, Jangan Tunggu Terlambat

Menurut Dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, pemikiran seperti “usia 23 tahun masih terlalu muda untuk sakit jantung” merupakan kesalahan yang berbahaya.

“Nah, ini satu pikiran yang salah yang tidak boleh diabaikan,” kata Dr. Iwan, Sabtu (3/5).

Ia menekankan bahwa anak muda tetap perlu memantau kesehatan jantungnya, apalagi jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi sejak muda, atau kebiasaan merokok.

Jenis Pemeriksaan Jantung yang Dianjurkan untuk Anak Muda

Untuk mendeteksi gangguan jantung secara dini, beberapa jenis pemeriksaan medis dapat dilakukan bahkan sejak usia muda. Salah satunya adalah exercise stress test atau uji stres jantung.

Dikutip dari Cleveland Clinic, exercise stress test dilakukan sambil berjalan di atas treadmill, yang disertai pemantauan aktivitas listrik jantung menggunakan EKG (elektrokardiogram). Tes ini berguna untuk mengevaluasi kemampuan jantung memompa darah, melihat potensi gangguan irama jantung, serta mendeteksi kemungkinan penyempitan pembuluh darah koroner.

Berikut beberapa pemeriksaan lain yang disarankan untuk anak muda dengan faktor risiko:

  • Medical check-up menyeluruh: Mengevaluasi kesehatan umum dan potensi penyakit tersembunyi.
  • Pemeriksaan EKG: Mengidentifikasi gangguan ritme jantung.
  • Tes treadmill: Melihat reaksi jantung terhadap aktivitas fisik.
  • Echocardiography: Jika diperlukan, untuk mengetahui struktur dan fungsi jantung secara detail.

Pemeriksaan ini biasanya disesuaikan dengan kondisi fisik, riwayat keluarga, dan keluhan yang dialami.

Waspadai Gejala Ringan yang Sering Diabaikan

Dr. Iwan juga mengingatkan bahwa tidak semua gangguan jantung menunjukkan gejala berat di awal. Justru sering kali, gejalanya tampak ringan namun berulang.

Baca Juga :

DPRD Minta Jakpro Selesaikan Mediasi dengan Warga Kampung Susun Bayam
Apa Sih Arti Abolisi, yang Membuat Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto Bebas dari Jerat Hukum

Beberapa gejala awal yang harus diwaspadai antara lain:

  • Nyeri dada saat beraktivitas
  • Jantung berdebar atau detak tidak teratur
  • Sesak napas yang tidak biasa
  • Pusing atau ingin pingsan
  • Mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat

“Kalau merasa dada nyeri atau sering lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat, jangan anggap sepele. Segera cek ke dokter,” tegasnya.

Meski olahraga dan gaya hidup aktif penting untuk kesehatan, pemeriksaan jantung tetap dianjurkan sebelum memulai aktivitas fisik yang intensif.

Jaga Jantung Sejak Dini, Jangan Tunggu Terlambat

Merasa masih muda dan sehat bukan jaminan bebas dari penyakit jantung. Risiko bisa datang kapan saja, terutama jika gaya hidup tidak dijaga. Pemeriksaan jantung secara berkala dan kesadaran sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung seumur hidup.

Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Anak MudaPenyakit Jantung
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pasar Modal Kalah Pamor dari Judi Online? Ini Peringatan Serius untuk Generasi Muda
Next Article Kesehatan Mental Bukan Sekadar Tren Media Sosial: Ini Alasan Anak Muda Harus Peduli
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index