By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: APBI Ungkap ESDM Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Dinilai Tekan Keberlanjutan Usaha dan Tenaga Kerja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » APBI Ungkap ESDM Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Dinilai Tekan Keberlanjutan Usaha dan Tenaga Kerja

Ekonomi

APBI Ungkap ESDM Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Dinilai Tekan Keberlanjutan Usaha dan Tenaga Kerja

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Alat berat memindahkan batu bara ke dump truck di tambang batubara yang dioperasikan oleh PT Khotai Makmur Insan Abadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Foto : Bloomberg/Dimas Ardian)
Alat berat memindahkan batu bara ke dump truck di tambang batubara yang dioperasikan oleh PT Khotai Makmur Insan Abadi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Foto : Bloomberg/Dimas Ardian)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia atau APBI-ICMA mengungkapkan bahwa volume produksi batu bara yang disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk tahun 2026 mengalami pemangkasan signifikan.

Berdasarkan laporan para anggotanya, angka produksi yang ditetapkan berada 40 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tiga tahunan yang diajukan oleh perusahaan tambang.

Direktur Eksekutif APBI-ICMA, Gita Mahyarani, menyampaikan bahwa pemangkasan tersebut jauh di bawah ekspektasi pelaku usaha. Ia menilai keputusan ini berpotensi menimbulkan tekanan serius terhadap operasional perusahaan tambang batu bara di berbagai daerah.

“Berdasarkan laporan anggota, angka produksi yang ditetapkan ini jauh di bawah angka persetujuan RKAB tiga tahunan,” ujar Gita dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa pemotongan produksi tidak bersifat seragam, melainkan bervariasi dengan kisaran penurunan antara 40 hingga 70 persen.

Menurut Gita, skala produksi yang terpangkas secara signifikan menyulitkan perusahaan dalam menutup berbagai biaya tetap, mulai dari operasional tambang, kewajiban lingkungan, hingga standar keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, beban kewajiban finansial lainnya juga dinilai semakin berat untuk dipenuhi dalam kondisi produksi yang terbatas.

“Kondisi ini meningkatkan risiko penundaan hingga penghentian sebagian atau seluruh kegiatan operasional. Dampaknya bukan hanya pada perusahaan, tetapi juga pada ketenagakerjaan, termasuk potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja,” kata Gita.

Ia menegaskan bahwa efek lanjutan dari kebijakan ini bisa merembet ke sektor pendukung serta perekonomian daerah yang selama ini bergantung pada aktivitas pertambangan.

APBI-ICMA pun meminta agar kebijakan pemangkasan produksi batu bara tahun 2026 dapat ditinjau kembali. Gita menilai penataan produksi seharusnya mempertimbangkan keseimbangan antara tujuan pengendalian pasar dengan keberlanjutan usaha pertambangan dan stabilitas sosial ekonomi di wilayah tambang.

Baca Juga :

Denny Sumargo Laporkan DJ Verny Hasan Terkait Pencemaran Nama Baik
Program MBG Efektivitas Penyerapan Ekonomi Rumah Tangga

“Peninjauan kembali diperlukan agar tujuan penataan produksi dapat berjalan seiring dengan terjaganya keberlanjutan usaha pertambangan, ketenagakerjaan, dan stabilitas sosial ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah akan memangkas produksi batu bara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026. Angka tersebut turun hampir 200 juta ton dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang mencapai sekitar 790 juta ton.

Bahlil menjelaskan bahwa langkah pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga harga batu bara di pasar global. Saat ini, total perdagangan batu bara dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun, dengan Indonesia berkontribusi sekitar 514 juta ton. Tingginya pasokan global dinilai menjadi salah satu faktor utama penurunan harga batu bara internasional.

Kondisi tersebut tercermin pada Harga Batu Bara Acuan periode I Februari 2026 yang tercatat sebesar 106,11 dolar AS per ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang masih berada di level 124,24 dolar AS per ton. Pemerintah meyakini bahwa pengendalian produksi dapat membantu menopang harga komoditas sekaligus menjaga cadangan sumber daya alam dalam jangka panjang.

“Supaya harga bagus dan tambang ini juga harus kita wariskan kepada anak cucu. Jangan cara berpikir kita mengelola sumber daya alam seolah-olah harus selesai semua sekarang,” ujar Bahlil.

Kebijakan pemangkasan produksi batu bara ini pun kini menjadi sorotan pelaku industri. Di satu sisi, pemerintah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasar dan keberlanjutan sumber daya, sementara di sisi lain, pengusaha berharap kebijakan tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan usaha dan dampak sosial ekonomi yang menyertainya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:APBIBatu baraEnergiESDMKementerian ESDMPangkasTarget ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Lewat Sinergi Rakornas 2026
Next Article Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren.(Foto : inilah.com) Dukungan MUI terhadap Program MBG, Perkuat Ekosistem Halal Libatkan Pesantren dan Madrasah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index