Inversi Kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan sejak usia dini terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Urban Sustainability Education yang diselenggarakan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.
Program ini dirancang untuk menanamkan literasi lingkungan kepada pelajar melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung di lingkungan sekolah. Urban Sustainability Education menghadirkan berbagai kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang melibatkan siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Lebih dari 1.000 pelajar, termasuk siswa diaspora, tercatat mengikuti program ini yang dilaksanakan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis mengenai isu lingkungan, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam aksi nyata pelestarian alam.
Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. “Program ini dirancang agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di Jakarta. Kami ingin pelajar tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menjaga dan merawatnya sejak dini,” ujar Fankar, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, partisipasi Askrindo juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kota dan permukiman berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim. Melalui sinergi ini, diharapkan nilai-nilai keberlanjutan dapat tertanam kuat dan berkelanjutan di kalangan pelajar.
Beragam kegiatan edukatif menjadi inti dari Urban Sustainability Education. Salah satu kegiatan utama adalah penanaman pohon secara serentak yang dilakukan sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya ruang hijau dalam mendukung kualitas udara dan keseimbangan ekosistem perkotaan.
Selain penanaman pohon, peserta didik juga diperkenalkan pada konsep apotek hidup, yakni pemanfaatan lahan terbatas untuk menanam tanaman obat keluarga. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak memahami bahwa ketahanan pangan dan kesehatan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti halaman rumah atau sekolah.
Tidak hanya itu, praktik menanam tanaman hidroponik turut diperkenalkan sebagai solusi bercocok tanam di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan. Program ini juga memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana dan pemahaman risiko perkotaan. Materi tersebut dinilai penting mengingat Jakarta merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan bencana cukup tinggi, seperti banjir.
Dengan pembelajaran ini, pelajar diharapkan memiliki kesadaran akan potensi risiko lingkungan serta mampu bersikap tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Melalui keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan, Urban Sustainability Education bertujuan membangun kesadaran kolektif pelajar terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Program ini juga menanamkan nilai tanggung jawab dalam upaya pengurangan emisi karbon melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Selain membekali generasi muda, kami berharap program ini dapat mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas dalam menciptakan kota yang hijau, adaptif, dan berkelanjutan,” kata Fankar.
Kolaborasi antara Askrindo dan Disdik DKI Jakarta ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Nilai-nilai yang diperoleh dari program ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, dalam konteks pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menegaskan komitmennya agar proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun dihadapkan pada situasi darurat. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana. Namun demikian, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana. Namun, keselamatan seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas utama,” ujar Mu’ti. Melalui surat edaran tersebut, satuan pendidikan diberikan kelonggaran untuk menyesuaikan metode pembelajaran, waktu pelaksanaan, serta penggunaan fasilitas sesuai kondisi di wilayah masing-masing.
Selain itu, dukungan psikososial bagi peserta didik dan pendidik juga menjadi perhatian penting guna membantu pemulihan mental dan emosional pascabencana.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, baik melalui program Urban Sustainability Education maupun kebijakan Kemendikdasmen, dunia pendidikan diharapkan mampu berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.