By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bahlil Buka Suara; Jangan Harap Indonesia Jual Mineral Mentah Lagi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahlil Buka Suara; Jangan Harap Indonesia Jual Mineral Mentah Lagi

Ekonomi

Bahlil Buka Suara; Jangan Harap Indonesia Jual Mineral Mentah Lagi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
4 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat berbicara dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia memastikan "Skema Freeport" akan diterapkan dalam perjanjian mineral kritis dengan Amerika Serikat. (Foto, Humas Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Di tengat isu ketergantungan asing terhadap sumber daya alam Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi tegas yang menghilangkan kekhawatiran publik.

Kesepakatan mineral kritis dengan Amerika Serikat bukanlah sekadar Memorandum of Understanding (MoU) yang berat sebelah, melainkan perjanjian dengan standar hilirisasi yang tidak dapat ditawar. Indonesia, di bawah kepemimpinan Bahlil, telah menetapkan “Skema Freeport” sebagai standar wajib bagi seluruh investor mineral kritis, termasuk dari AS.

Pernyataan tegas Bahlil ini menjadi perisai terhadap sentimen negatif yang sempat muncul di kalangan publik. Banyak yang khawatir bahwa kesepakatan dengan AS akan membuka pintu ekspor mineral mentah, yang berarti Indonesia kembali menjadi negara pengekspor bahan baku tanpa nilai tambah. Namun, Bahlil dengan jelas menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

“Jadi jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah, enggak. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih biar tidak ada salah interpretasi,” tegas Bahlil dalam konferensi pers virtual, Senin (23/2/2026).

Bahlil membeberkan bahwa seluruh investor mineral kritis, termasuk perusahaan AS, harus mengikuti “Skema Freeport” yang telah terbukti berhasil menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Skema ini bukan hanya sekadar peraturan, melainkan sebuah komitmen yang telah dipraktikkan selama puluhan tahun dan menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi negara.

Dalam skema ini, investor harus melalui lima tahap wajib yang tidak dapat dilewatkan. Mulai dari perolehan konsesi, eksplorasi, pembangunan smelter, produksi, dan ekspor.

“Freeport itu kan kita memberikan konsesi, mereka melakukan eksplorasi, mereka membangun smelter, mereka membangun produksi, hal yang sama mungkin sebagai contoh untuk diterapkan pada sektor-sektor mineral yang lainnya,” ujar Bahlil, menegaskan bahwa tidak ada pengecualian untuk investor manapun, termasuk dari AS

Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan fleksibilitas kepada investor dengan menawarkan dua skema investasi yang tetap menjaga standar hilirisasi tinggi. Pertama, investor dapat masuk secara mandiri untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi. Kedua, investor dapat berkolaborasi melalui skema joint venture (JV) dengan perusahaan yang sudah ada, termasuk BUMN.

“Bisa juga dengan kita melakukan kolaborasi dengan BUMN kita. Jadi bisa join bareng-bareng yang sudah ada, mereka juga bisa masuk untuk ikut join bareng-bareng. Yang penting mereka bisa melakukan investasi,” ungkap Bahlil.

Baca Juga :

Bocah 13 Tahun Alami Depresi Setelah HP Dijual sang Ibu, Kenali Penyebab Gangguan Kesehatan Mental
Raffi Ahmad Dihubungi Para Investor soal Kasus Pencucian Uang Rafael Alun Trisambodo

Fleksibilitas ini memungkinkan investor AS untuk memilih model yang paling sesuai dengan kapabilitas dan strategi mereka, namun tetap dalam kerangka regulasi yang ketat. Tidak ada celah untuk ekspor mineral mentah atau penghindaran kewajiban hilirisasi.

Standar investasi tinggi ini berlaku untuk semua mineral kritis yang menjadi fokus kesepakatan dengan AS, yaitu nikel, logam tanah jarang (LTJ), tembaga, dan emas. Keempat komoditas ini memiliki nilai strategis tinggi baik untuk industri teknologi global maupun untuk ekonomi Indonesia.

Dengan menerapkan “Skema Freeport” pada semua mineral kritis, Indonesia memastikan bahwa setiap investasi asing tidak hanya mengekstraksi sumber daya, tetapi juga membawa industri pengolahan, teknologi, dan lapangan kerja ke dalam negeri. Ini adalah bentuk diplomasi ekonomi yang cerdik: menukar akses pasar dengan kemajuan industri domestik.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bahlil LahadaliaMineral kritisSkemar Freeport
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mudah Emosi Saat Puasa? Ini Saran Psikolog untuk Orang Tua
Next Article Foto : PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Sumber : www.kemenkeu.go.id) Jaga Kepercayaan Publik, PT SMI Perkuat Tata Kelola Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS)
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index