By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bahlil Ungkap RI Mulai Impor Minyak dari AS Desember 2025: Strategi Baru Untuk Seimbangkan Neraca Dagang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahlil Ungkap RI Mulai Impor Minyak dari AS Desember 2025: Strategi Baru Untuk Seimbangkan Neraca Dagang

Politik

Bahlil Ungkap RI Mulai Impor Minyak dari AS Desember 2025: Strategi Baru Untuk Seimbangkan Neraca Dagang

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
SHARE

Indonesia akan memulai impor minyak mentah dari Amerika Serikat pada Desember 2025 sebagai bagian dari strategi dagang dan energi nasional. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat pasokan energi sekaligus menyeimbangkan neraca perdagangan bilateral.

Menteri Investasi sekaligus Plt. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pengiriman minyak mentah dari Amerika Serikat ke Indonesia akan dimulai pada bulan Desember 2025. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 17 November 2025.

“Minyak kemungkinan besar di Desember ini sudah bisa ada yang start dari sana,” ujar Bahlil.

Impor ini merupakan bagian dari negosiasi dagang antara Indonesia dan AS yang menekankan prinsip resiprokal. Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk AS, tetapi juga mendapatkan manfaat strategis dalam bentuk pasokan energi yang lebih stabil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa total volume impor migas dari AS mencapai 15 juta barrel of oil equivalent (MBOE). Menariknya, proses pengadaan ini dilakukan tanpa mekanisme lelang, sebagai bentuk percepatan dan kemudahan dalam transaksi antarnegara.

“Penugasannya salah satunya ke Pertamina. Besaran volumenya sekitar 15 juta ton,” ungkap Airlangga.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS, yang selama ini cenderung defisit di sektor energi.

Mengapa Amerika Serikat?

AS saat ini merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia, terutama setelah revolusi shale oil. Dengan kapasitas produksi tinggi dan harga yang kompetitif, AS menjadi mitra strategis bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga :

Pengangguran Pemuda China Capai Rekor Tertinggi, Tantangan Baru Ekonomi Tiongkok
Jika Dijadikan Cawapres, Erick Thohir Dinilai Berpotensi Mendulang Suara Milenial

Selain itu, kerja sama ini juga memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor energi, membuka peluang investasi, serta memperluas akses Indonesia terhadap teknologi dan infrastruktur energi modern.

Impor minyak dari AS diprediksi akan berdampak pada beberapa aspek penting:

  • Stabilitas pasokan: Dengan tambahan pasokan dari AS, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada negara-negara Timur Tengah.
  • Efisiensi harga: Jika harga minyak dari AS lebih kompetitif, ini bisa menekan biaya impor dan berpengaruh pada harga BBM dalam negeri.
  • Penguatan cadangan energi: Langkah ini juga bisa memperkuat ketahanan energi nasional, terutama menjelang tahun politik 2026.

Namun, sejumlah pihak juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam skema pengadaan tanpa lelang. Pemerintah menyatakan bahwa regulasi akan disiapkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres) jika negosiasi disepakati.

PT Pertamina (Persero) akan menjadi BUMN yang ditugaskan untuk merealisasikan impor ini. Sebagai pemain utama dalam distribusi dan pengolahan migas nasional, Pertamina memiliki infrastruktur dan jaringan yang memadai untuk menangani volume besar.

Namun, tantangan tetap ada:

  • Logistik dan pengiriman: Jarak tempuh dari AS ke Indonesia memerlukan perencanaan logistik yang matang.
  • Fluktuasi harga global: Harga minyak dunia yang volatil bisa memengaruhi efektivitas strategi ini.
  • Kesiapan kilang: Tidak semua kilang di Indonesia dirancang untuk mengolah jenis minyak mentah dari AS.

Sejumlah analis energi menyambut baik langkah ini sebagai diversifikasi sumber pasokan. Namun, mereka juga menyoroti perlunya penguatan sektor hulu migas domestik agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.

Menurut pengamat energi dari Reforminer Institute, “Langkah ini bagus untuk jangka pendek, tapi jangka panjangnya tetap harus memperkuat produksi dalam negeri.”

Baca Juga : https://inversi.id/legalisasi-sumur-minyak-rakyat-jalan-baru-untuk/

Impor minyak dari AS yang dimulai Desember 2025 menandai babak baru dalam strategi energi dan diplomasi ekonomi Indonesia. Di tengah tantangan global dan kebutuhan energi yang terus meningkat, langkah ini bisa menjadi solusi jangka pendek yang cerdas—selama diiringi dengan transparansi, efisiensi, dan penguatan sektor energi nasional.

You Might Also Like

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal
Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri
PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu
Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian
TAGGED:Bahlil LahadaliaDari Rakyat Untuk EnergiMinyak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Zodiak Ramalan Zodiak 19 November 2025: Energi Baru, Tantangan Emosional, dan Peluang Finansial
Next Article Polda Metro Jaya Luncurkan Polisi Siswa Keamanan Sekolah Polisi Siswa Keamanan Sekolah Dorong Lingkungan Pendidikan yang Lebih Aman
2 Comments
  • Pingback: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Terima Penghargaan Atas Kiprah dalam Transisi Energi Nasional - inversiid
  • Pingback: Menjelang Libur Akhir Tahun, Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Tetap Terkendali - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Politik

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

7 days ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Ekonomi

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

1 week ago
EkonomiTerkini

Pelaku Tambang Sumringah! Kebijakan Baru ESDM Dinilai Jaga Produksi Tetap Jalan

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index