By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: BBM Dunia Bergejolak! India Naik 3 Kali, RI Justru Tahan Pertamax Demi Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BBM Dunia Bergejolak! India Naik 3 Kali, RI Justru Tahan Pertamax Demi Rakyat

EkonomiTerkini

BBM Dunia Bergejolak! India Naik 3 Kali, RI Justru Tahan Pertamax Demi Rakyat

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Krisis energi global membuat India menaikkan harga BBM hingga tiga kali hanya dalam delapan hari terakhir. Sementara Indonesia relatif berhasil menjaga stabilitas domestik. Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite untuk melindungi daya beli masyarakat bawah. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Gejolak harga energi global kembali mengguncang banyak negara. Di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik geopolitik dan gangguan pasokan internasional, India bahkan terpaksa menaikkan harga BBM hingga tiga kali hanya dalam delapan hari terakhir.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa fluktuasi harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi logis dari mekanisme pasar global, bukan semata-mata kebijakan sepihak pemerintah.

Di India, perusahaan kilang milik negara kembali menaikkan harga bensin dan solar hampir 1% pada Sabtu (23/5/2026). Berdasarkan data Indian Oil Corp., harga bensin di New Delhi kini mencapai 99,51 rupee per liter, sementara solar menyentuh 92,49 rupee per liter atau sekitar Rp18.400.

Kenaikan tersebut menjadi yang ketiga sejak 15 Mei 2026 setelah sebelumnya India menaikkan harga BBM lebih dari 3% akibat lonjakan harga minyak global dan dampak konflik Timur Tengah.

Pemerintah India bahkan mengakui tekanan besar terjadi akibat ketergantungan pasokan energi melalui Selat Hormuz yang terganggu sejak perang Iran pecah.

“Konsumsi yang bertanggung jawab dan kerja sama masyarakat akan membantu menjaga kelancaran pasokan bahan bakar selama periode permintaan tinggi saat ini,” tulis Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India melalui akun X resminya.

Di tengah badai energi global tersebut, Indonesia justru dinilai relatif berhasil menjaga stabilitas domestik. Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite untuk melindungi daya beli masyarakat bawah.

Bahkan untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, pemerintah bersama Pertamina masih memberikan bantalan fiskal agar harga tidak melonjak ekstrem mengikuti harga keekonomian dunia.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan keputusan menahan harga Pertamax dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat kelas menengah.

Baca Juga :

Hasil Borussia Dortmund vs Real Madrid: Skor 0-2
Apakah Kamu High Sensation Seeker? Ini Tandanya!

“Pemberian subsidi adalah untuk menjaga kestabilan nasional dari sisi menjaga daya beli dan roda perekonomian masyarakat,” ujar Roberth.

Menurutnya, Pertamax sebenarnya merupakan BBM umum non-subsidi yang secara teoritis mengikuti mekanisme harga pasar global. Namun pemerintah tetap melakukan koordinasi dengan Pertamina agar tidak terjadi lonjakan harga mendadak.

“Dalam rangka menjaga kondisi dalam negeri tetap kondusif dan stabil, pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga,” katanya.

Roberth bahkan mengisyaratkan harga Pertamax seharusnya bisa jauh lebih tinggi apabila sepenuhnya mengikuti harga keekonomian saat ini. Ia mencontohkan harga Pertamax Turbo kini sudah menyentuh sekitar Rp19.900 per liter.

Karena itu, pemerintah menilai masyarakat perlu memahami secara rasional bahwa BBM non-subsidi memang bergerak mengikuti dinamika pasar energi global. Kondisi serupa juga dialami banyak negara lain, termasuk India yang harus menghadapi lonjakan harga berulang dalam waktu singkat.

You Might Also Like

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal
Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia
Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia
TAGGED:PertalitePertamaxPertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article PLN Gerak Cepat! 8,3 Juta Pelanggan Sumatera Sudah Kembali Nikmati Listrik
Next Article Jakarta Darurat Begal. TNI Turun Tangan Perkuat Polisi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Yamal Akhirnya Membara! Spanyol Tenggelamkan Arab Saudi 4-0

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Total Football Mengamuk! Belanda Bantai Swedia 5-1

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index