By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Berat Badan Turun Saat Puasa? Ini Batas Aman Menurut Dokter Olahraga
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Berat Badan Turun Saat Puasa? Ini Batas Aman Menurut Dokter Olahraga

Kesehatan

Berat Badan Turun Saat Puasa? Ini Batas Aman Menurut Dokter Olahraga

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi buatan AI - Suasana buka puasa bersama di sebuah masjid. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Andi Kurniawan Sp.KO menegaskan bahwa penurunan berat badan selama berpuasa Ramadhan merupakan kondisi yang normal. Secara umum, penurunan yang masih tergolong aman berada di kisaran setengah hingga satu kilogram per minggu.

“Sebagai patokan sederhana yang mudah dipahami penurunan wajar adalah 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg total selama satu bulan Ramadhan,” kata Andi.

Menurut Andi, turunnya berat badan saat puasa terjadi karena tubuh mengalami perubahan metabolisme yang cukup signifikan. Sekitar 44 persen orang yang menjalani puasa tercatat mengalami penurunan berat badan sebagai respons alami tubuh terhadap perubahan pola makan dan waktu asupan nutrisi.

Ia menjelaskan, dalam 12–14 jam pertama tanpa makanan, tubuh akan menghabiskan cadangan glikogen otot sekitar 100–120 gram. Setelah itu, tubuh mulai memproduksi glukosa dari protein dan lemak melalui proses glukoneogenesis, serta memecah lemak melalui mekanisme lipolisis untuk memenuhi kebutuhan energi.

Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa penurunan berat badan yang terlalu drastis, yakni lebih dari dua kilogram per minggu, perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda dehidrasi berat atau hilangnya massa otot yang dikenal sebagai sarkopenia.

Gejala yang patut diperhatikan antara lain pusing hebat yang berlangsung lama, kulit kehilangan elastisitas sebagai tanda dehidrasi, serta kelelahan ekstrem yang tidak membaik meski sudah berbuka puasa.

Beberapa kelompok masyarakat juga membutuhkan pemantauan lebih ketat selama menjalani puasa. Lansia berusia di atas 60 tahun misalnya, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyusutan massa otot yang sulit dipulihkan.

“Penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang menggunakan insulin wajib memantau berat badan dan gula darah secara ketat. Remaja yang masih dalam fase pertumbuhan juga memerlukan perhatian khusus karena defisit nutrisi dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan perkembangan kognitif,” jelasnya.

Pada individu dengan Indeks Massa Tubuh kategori overweight atau obesitas, penurunan berat badan selama Ramadhan umumnya bisa lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Baca Juga :

MBG Buka Peluang Kerja Baru, Profesi Ahli Gizi Kini Paling Diburu
Memahami Perbedaan Antara Negara Skandinavia dan Nordik

Andi merujuk pada analisis yang diterbitkan jurnal Nutrients, yang menyebutkan rata-rata penurunan berat badan selama 30 hari Ramadhan berada di kisaran 0,5 hingga 1,5 kilogram pada populasi umum tanpa intervensi diet khusus.

Sementara itu, bagi mereka yang tetap aktif berolahraga dan menjaga pola makan saat sahur maupun berbuka, penurunan berat badan dapat mencapai dua kilogram dalam sebulan dan masih tergolong sehat karena didominasi pengurangan massa lemak dengan tetap mempertahankan massa otot.

“Perubahan ini tidak terjadi pada semua orang, gaya hidup Anda saat berbuka memegang peranan kunci,” kata Andi.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Puasa SehatRamadhan 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kasus Kanker Paru Meningkat pada Perempuan Non-Perokok, Fakta Mengkhawatirkan
Next Article Pariwisata Berkelanjutan Jadi Strategi Utama Indonesia Hadapi Persaingan Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index