Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan berbagai aspek pendukung, termasuk komunikasi publik.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar pada Kamis (2/4/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BGN dalam membangun sinergi yang lebih kuat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia serta pemerintah daerah.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa informasi mengenai program MBG dapat tersampaikan secara efektif, akurat, dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat. Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik.
Oleh karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pelaksanaan teknis di lapangan, tetapi juga pada efektivitas komunikasi publik yang mampu membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, BGN menekankan bahwa sosialisasi dan edukasi publik harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya sebatas pengenalan program, tetapi juga mencakup mekanisme pelaksanaan, manfaat yang diperoleh, serta peran masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa komunikasi publik merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan implementasi program MBG. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan media massa akan menciptakan ekosistem komunikasi yang kuat dan efektif.
“Sinergi antara BGN, Komdigi, dan pemerintah daerah sangat penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami secara menyeluruh manfaat serta mekanisme Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khairul menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Dengan adanya akses informasi yang mudah dan transparan, masyarakat dapat lebih aktif dalam memantau serta memberikan masukan terhadap pelaksanaan program.
Sebagai bagian dari strategi komunikasi dua arah, BGN mendorong optimalisasi berbagai kanal pengaduan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah aplikasi Lontara Plus yang dikelola oleh Pemerintah Kota Makassar, sistem pengaduan nasional SP4N-LAPOR!, serta layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Kanal-kanal ini memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran secara langsung kepada pemerintah. Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan informasi publik juga menjadi sorotan dalam kunjungan ini.
Rombongan BGN dan Komdigi berkesempatan mengunjungi Command Center Kota Makassar, yang merupakan pusat pengelolaan data dan informasi berbasis digital. Sistem ini memungkinkan integrasi berbagai data layanan publik secara real time, sehingga memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, turut menegaskan pentingnya peran media dalam menyukseskan program MBG. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas.
“Kolaborasi antara BGN, Komdigi, dan pemerintah daerah memungkinkan informasi terkait program MBG dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan menyeluruh, sehingga partisipasi masyarakat dapat terus meningkat,” jelasnya.
Dengan dukungan media massa dan platform digital, informasi mengenai program MBG diharapkan dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap informasi yang benar dan terpercaya.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan program juga menjadi salah satu fokus utama. BGN mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Partisipasi ini dapat dilakukan melalui pelaporan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, sehingga pemerintah dapat segera melakukan tindak lanjut.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program MBG. Dengan demikian, program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mendapatkan legitimasi sosial dari masyarakat.
Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen BGN dalam membangun sistem komunikasi publik yang inklusif, transparan, dan berbasis teknologi. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan media dan masyarakat, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, penguatan komunikasi publik menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan program MBG. Melalui langkah ini, pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi bagi masa depan bangsa.
Dengan terus meningkatkan kualitas komunikasi dan kolaborasi lintas sektor, BGN optimistis bahwa Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.