Halo brother and sister, libur sekolah kali ini jadi momen yang super berharga bagi ratusan anak di Makassar! Bukan cuma karena mereka bebas dari tugas dan pelajaran, tapi karena mereka menjalani sebuah pengalaman penting dalam hidup mereka!
Acara khitan, tanpa rasa takut, tanpa biaya, dan yang paling penting, dengan penuh keceriaan! Ini adalah wujud nyata dari komitmen sosial yang patut diacungi jempol.
Program bertajuk “Khitan Gembira untuk Siswa Berprestasi” yang digagas oleh Bosowa Peduli, kembali menyentuh hati masyarakat Makassar.
Pada Jumat, 11 Juli 2025, sebanyak 140 anak dari keluarga prasejahtera berkumpul di Gedung Lestari 45, Makassar. Suasana yang ada di sana jauh dari kesan tegang atau menyeramkan, melainkan penuh dengan kegembiraan dan antusiasme. Anak-anak yang datang terlihat ceria, bahkan ada yang saling bercanda sebelum giliran mereka.
“Kami ingin meringankan beban para orang tua. Khitan itu penting banget untuk kesehatan dan tuntunan agama, tapi biayanya juga tidak sedikit, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini.”
“Di sinilah Bosowa Peduli hadir untuk memberikan bantuan dan keringanan,” ujar Hafit T. Mas’ud, Head of Bosowa Peduli, dengan nada hangat dan penuh kepedulian. Ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab sosial korporasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program ini bukan hanya soal tindakan medis semata. Di balik setiap anak yang tersenyum riang, ada kelegaan mendalam dari para orang tua yang merasa sangat terbantu dan tidak lagi terbebani biaya.
Di balik tawa anak-anak yang membawa pulang hadiah setelah dikhitan, ada harapan besar bahwa mereka tetap bisa tumbuh dengan sehat, percaya diri, dan menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. Ini adalah investasi kesehatan dan kebahagiaan.
Metode Modern, Minim Rasa Sakit, Penuh Hiburan!
Yang paling bikin salut, brother and sister, proses khitan dilakukan dengan metode modern yang inovatif: tanpa suntikan, tanpa jahitan, dan minim rasa sakit!
Jadi, nggak heran kalau banyak anak bahkan langsung mengenakan celana dan tersenyum lebar usai tindakan, seolah mereka baru selesai bermain, bukan menjalani prosedur medis yang biasanya bikin tegang. Metode ini benar-benar revolusioner dan sangat ramah anak.
“Anak-anak tidak perlu takut sama sekali. Prosesnya cepat banget, sekitar 10–15 menit saja per anak. Kami siapkan 10 bed sekaligus agar semua berjalan nyaman dan efisien, tanpa antrean panjang yang bikin jenuh,” tambah Hafit. Persiapan yang matang ini memastikan kenyamanan dan kelancaran acara.
Suasana yang semula identik dengan rasa takut dan tangis pada kegiatan khitanan tradisional, kini berubah drastis menjadi momen penuh ketenangan dan tawa kecil. Bosowa Peduli memang merancang kegiatan ini dengan pendekatan yang sangat ramah anak.
Mereka menyediakan pendampingan yang lembut dan penuh perhatian, ada hiburan menarik untuk mengalihkan perhatian anak-anak, dan yang paling disukai, ada hadiah yang bikin mereka makin semangat!
Testimoni Orang Tua & Komitmen Jangka Panjang!
Nurmiati, salah satu orang tua peserta, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya yang melimpah ruah. Wajahnya berseri-seri menceritakan pengalamannya.
“Anak saya tidak takut sama sekali. Malah dia senang banget. Dikasih hadiah, disambut baik sama kakak-kakak pendamping. Suasananya tenang, jadi saya sebagai orang tua juga ikut tenang,” ucapnya dengan mata berbinar.
Ia mengaku sangat terkesan dengan keseriusan dan kelembutan cara Bosowa Peduli mendampingi anak-anak. “Mereka benar-benar memperhatikan setiap detail, bukan sekadar mengadakan acara seremonial. Kepedulian mereka nyata,” tambahnya, memberikan pujian tulus atas pelayanan yang diberikan.
Tingginya minat masyarakat membuat kuota langsung penuh dalam waktu singkat. Karena itu, proses khitan dilakukan secara bertahap, sekitar 30 anak setiap jam untuk menjaga kenyamanan dan kualitas layanan.
Namun Bosowa Peduli tidak berhenti di sini. Mereka punya target yang lebih besar dan mulia: bisa menjangkau hingga 1.000 anak setiap tahun dalam program serupa. Ini adalah komitmen jangka panjang yang luar biasa!
“Anak-anak ini adalah generasi masa depan bangsa kita. Kesehatan dan pendidikan mereka adalah fondasi utama untuk membangun Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” kata Hafit, menutup pernyataannya dengan penuh harapan dan visi yang jauh ke depan.
Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan akses layanan kesehatan yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kegiatan seperti ini menjadi oase yang sangat berarti.
Program khitanan gratis ini bukan hanya sekadar menyembuhkan tubuh dan memenuhi syariat agama, tetapi juga menghangatkan hati, memberikan harapan, dan menanamkan rasa percaya diri pada generasi muda.
Salut untuk Bosowa Peduli! Semoga semakin banyak lembaga dan individu yang terinspirasi untuk melakukan kebaikan serupa!