JAKARTA
Perum Bulog mengambil langkah besar dan tak biasa di engah bencana nasional yang menimpa Sumatera. Stok beras di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat resmi dilipatgandakan. Keputusan ini muncul setelah analisis internal menunjukkan potensi bahwa dampak bencana bisa berlangsung lebih lama dan lebih luas.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan dalam rapat koordinasi nasional yang dipantau daring, Senin (1/12) “Kami menambahkan dua kali lipat stok beras di wilayah bencana tersebut.,” ujarnya
Tak hanya menambah stok, Bulog juga memastikan seluruh bantuan beras akan disalurkan maksimal tanpa pengecualian ke daerah yang membutuhkan. Penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari rapat antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dengan kepala daerah hanya perlu mengirim surat permohonan kepada Kepala Bapanas dengan tembusan ke Bulog pusat maupun daerah. Rizal menegaskan bahwa Bulog siap merespons cepat setiap permintaan agar tak ada wilayah yang terhambat menerima bantuan.
Untuk memastikan distribusi benar-benar tepat sasaran, seluruh jajaran direksi Bulog kini dikerahkan turun langsung ke provinsi-provinsi terdampak untuk mengawal logistik di lapangan. Bulog juga melakukan pemantauan stok dan harga setiap hari, bekerja sama dengan satgas pangan pusat dan daerah.
“Kami memonitoring harian serta respon cepat atau quick respon… pemantauan harga maupun stok di seluruh wilayah tanah air,” kata Rizal. Dengan gerak cepat ini, Bulog menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman gangguan distribusi akibat bencana yang terus berkembang.