By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Data Ungkap Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya & Mafia. SPBU Harus Tegaskan Aturan Lindungi Hak Rakyat Kecil
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Data Ungkap Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya & Mafia. SPBU Harus Tegaskan Aturan Lindungi Hak Rakyat Kecil

Ekonomi

Data Ungkap Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya & Mafia. SPBU Harus Tegaskan Aturan Lindungi Hak Rakyat Kecil

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi)Data menunjukkan 80% konsumsi Pertalite di level rumah tangga justru dinikmati kelompok mampu. Bahkan untuk solar subsidi, angkanya mencapai 95% lebih banyak digunakan kalangan usaha dan rumah tangga ekonomi atas dibanding masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Fakta mengejutkan kembali terungkap soal penyaluran BBM subsidi di Indonesia. Di saat nelayan, petani, sopir angkot, dan masyarakat kecil harus antre demi mendapatkan solar atau Pertalite, sebagian besar subsidi justru disebut lebih banyak dinikmati kelompok mampu hingga mafia penimbun BBM.

Ironi itu memunculkan dorongan kuat agar pemerintah segera memperketat aturan di SPBU melalui pengawasan digital dan sistem distribusi yang lebih ketat demi menyelamatkan hak rakyat kecil.

Data yang beredar menunjukkan sekitar 80% konsumsi Pertalite di level rumah tangga justru dinikmati kelompok mampu. Bahkan untuk solar subsidi, angkanya disebut mencapai 95% lebih banyak digunakan kalangan usaha dan rumah tangga ekonomi atas dibanding masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Belum lagi praktik curang mafia BBM subsidi yang makin nekat. Modusnya beragam, mulai dari penggunaan barcode ilegal, nomor polisi palsu, hingga tangki kendaraan yang dimodifikasi untuk membeli BBM subsidi berulang kali lalu dijual kembali dengan harga industri.

Praktik inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab subsidi negara terus bocor dan stok BBM subsidi di sejumlah wilayah kerap cepat habis.

Kasus penyalahgunaan BBM subsidi dengan barcode ilegal bahkan sebelumnya sempat diungkap aparat penegak hukum. Modus tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kendaraan berbeda, pelat nomor palsu, hingga pembelian berulang di sejumlah SPBU untuk mengumpulkan BBM subsidi dalam jumlah besar sebelum dijual kembali demi keuntungan pribadi.

Fenomena mobil mewah mengonsumsi Pertalite juga menjadi sorotan publik. Di lapangan, masih banyak kendaraan kelas atas yang bebas mengisi BBM subsidi, padahal subsidi negara sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat rentan dan sektor produktif kecil.

Pengamat energi Ki Darmaningtyas, pengamat transportasi sekaligus Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan karena berpotensi menggerus anggaran negara sekaligus merampas hak kelompok masyarakat bawah.

Karena itu, langkah pemerintah memperkuat pengawasan digital di SPBU mulai mendapat dukungan luas. Sistem barcode, pencatatan transaksi digital, integrasi data kendaraan, hingga pembatasan pembelian dinilai penting untuk menutup celah permainan mafia BBM subsidi.

Baca Juga :

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Pasar Poncol, Tiga Kios dan Satu Rumah Terbakar
Biodata dan Profil Bane Raja Manalu, Caleg DPR RI dari Dapil III Sumut

Pesannya pun makin kuat menggema di tengah masyarakat, yakni subsidi adalah amanah negara, bukan ladang cuan bagi mafia dan kelompok mampu.

“Kalau distribusi tidak diawasi ketat, maka subsidi akan terus bocor kepada pihak yang tidak berhak. Yang dirugikan akhirnya nelayan, petani, pelaku UMKM, dan masyarakat kecil,” ujar Ki Darmaningtyas saat dihubungi redaksi inversi.id, Jumat (8/5/2026)

Dorongan pengetatan aturan SPBU juga dinilai bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan memastikan jatah subsidi benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.

Pemerintah sendiri sebelumnya terus menekankan pentingnya transformasi digital dalam distribusi energi nasional agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan stok di SPBU tetap aman.

Di tengah tekanan ekonomi global dan kebutuhan energi yang terus meningkat, publik kini mulai melihat bahwa pengawasan ketat di SPBU bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Jika pembiaran terus terjadi, maka yang menikmati subsidi negara bukan lagi rakyat kecil, melainkan mafia penimbun dan pemilik kendaraan mewah yang sebenarnya mampu membeli BBM nonsubsidi.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:BBM Non SubsidiMafiaSPBUSubsidi BBM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Diam-Diam Bahlil Bergerak di Filipina! Misi Energi Prabowo di KTT ASEAN Jadi Sorotan
Next Article “Aku Enggak Kuat…”: WA Terakhir dr Myta Bongkar Dugaan Pembiaran Jam Kerja Ekstrem Dokter Magang
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index