By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Daya Beli Kelas Menengah Kunci Pertumbuhan Wisata Nusantara
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Daya Beli Kelas Menengah Kunci Pertumbuhan Wisata Nusantara

HiburanTravel

Daya Beli Kelas Menengah Kunci Pertumbuhan Wisata Nusantara

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
pengunjung ragunan. (foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Anggota Komisi VII DPR sekaligus desainer Samuel Wattimena membagikan sejumlah cara agar pemakaian kain wastra terlihat menarik selama merayakan Lebaran tahun ini.

Di sisi lain, sektor pariwisata nasional tetap bergantung pada peran masyarakat kelas menengah. Lembaga riset Next Indonesia Center menyebut kelompok masyarakat ini menjadi tulang punggung industri pariwisata domestik.

“Kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah ini merupakan tulang punggung industri pariwisata nasional. Volume pergerakan wisata domestik dan total nilai belanja mereka tetap menjadi yang terbesar dibandingkan kelompok lainnya,” kata Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Christiantoko menambahkan bahwa minat masyarakat kelas menengah untuk berwisata tetap tinggi meski ekonomi sedang mengalami tekanan. Kenaikan biaya hidup justru mendorong mereka mengubah pola perjalanan, dengan memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau.

Fenomena ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,02 miliar pada 2024, tumbuh 21,61 persen dibanding tahun sebelumnya. Tren positif berlanjut pada periode Januari–September 2025, dengan total 901,9 juta perjalanan, lebih tinggi dibanding periode sama dalam dua tahun terakhir.

Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024 juga menunjukkan bahwa perjalanan liburan dipengaruhi oleh tingginya kelompok ekonomi warga. Dalam setahun terakhir, sekitar 33,47 persen warga kelas atas pernah berwisata keluar kabupaten/kota, sementara kelompok miskin hanya 2,14 persen.

“Ada sekitar 10,4 juta warga kelompok menuju kelas menengah dan 7,6 juta warga kelas menengah yang pernah melancong dalam setahun terakhir,” ujar Christiantoko.

Meski begitu, jumlah perjalanan masih bisa ditingkatkan, karena hanya 7,8 persen penduduk Indonesia yang pernah pergi ke luar kabupaten/kota tempat tinggalnya dalam setahun terakhir.

Christiantoko menekankan bahwa sektor pariwisata tidak memerlukan modal besar karena potensi alam tersedia, namun memiliki efek berganda (multiflyer effect) yang signifikan. Secara nominal, kelompok kelas menengah menyumbangkan dana sebesar Rp132,1 miliar per bulan untuk perjalanan wisata dan Rp226,5 miliar per bulan untuk hotel serta penginapan.

Baca Juga :

Viral Anak SD Jadi Korban Pencabulan oleh Driver Ojol
Polres Metro Bekasi Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik

“Angka tersebut membuktikan bahwa tanpa daya beli kelompok ini, industri perhotelan dan transportasi nasional akan kehilangan mesin pertumbuhan utamanya,” katanya.

Perubahan perilaku wisatawan juga terlihat dari pengeluaran rata-rata per perjalanan. Pada 2024, rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara turun menjadi Rp2,3 juta, dari sebelumnya Rp2,7 juta pada 2023.

Destinasi favorit masih didominasi Pulau Jawa, dengan Jawa Timur menjadi provinsi asal dan tujuan utama, mencatatkan 218,7 juta kunjungan pada 2024. Keunggulan ini disebabkan jarak yang dekat dan infrastruktur relatif baik. Sebaliknya, wilayah Timur seperti Papua mencatatkan kunjungan terendah karena biaya transportasi tinggi dan fasilitas terbatas.

“Karena itu, kebijakan pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tapi perlu terhubung langsung dengan kebijakan ekonomi yang menjaga stabilitas harga dan pendapatan riil rumah tangga, sehingga daya belinya tetap terjaga dan pariwisata domestik tumbuh lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Christiantoko.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal
Transformasi Hugh Jackman Jadi Robin Hood Brutal Curi Perhatian, Fans Sampai Tak Mengenalinya
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
TAGGED:EkonomiWisata
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi pendaftaran PDSS SPAN-PTKIN (Sumber : kumparan.com) PDSS SPAN-PTKIN 2026 Dibuka Mulai, Sekolah Wajib Lengkapi Data Siswa
Next Article Polisi Perluas Pemeriksaan Saksi Kasus Tewasnya Tiga Orang di Jakarta Utara
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Jakarta Siapkan Pesta Akbar Menuju Usia 500 Tahun, Deretan Musisi Top Siap Tampil

3 weeks ago
Travel

Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo

3 weeks ago
Foto : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari bersama Wakil Badan Gizi Nasional Mayjen Trenggono Melakukan Rapat dengan Ketua Dewan Nasional Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Menggerakkan Ekonomi Rakyat: Program MBG Proyeksikan Perputaran Nilai Rp 120 Triliun per Tahun

3 weeks ago
Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index