INVERSI.ID – Di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang kian berat, sejumlah anak muda di China memilih jalur hidup tak biasa: pensiun dini di usia 20-an. Mereka meninggalkan pekerjaan formal dan memilih untuk beristirahat, mencari ketenangan, dan menyusun ulang makna hidup mereka.
Salah satu contohnya adalah Wang Dong, pria berusia 29 tahun yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya di industri perhotelan. Ia kini menetap di sebuah rumah pensiun muda di Dali, Provinsi Yunnan, kota kecil yang dikenal dengan suasana danau jernih serta gaya hidup bohemian.
“Kita semua mengalami banyak hal dalam satu waktu. Tapi yang terpenting adalah memperhatikan momen saat ini,” ujar Wang, dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Selasa (13/5).
Menikmati Hidup Tanpa Tekanan
Hari-hari Wang kini diisi dengan aktivitas ringan seperti mengunjungi kuil, belajar meracik teh tradisional, berjalan-jalan santai, hingga beristirahat tanpa tekanan. Ia mengaku tidak memiliki rencana jangka panjang, dan menikmati hidup sebagaimana adanya.
Fenomena ini tak hanya dialami Wang. Dali kini menjadi tujuan bagi anak muda berusia 20 hingga awal 30-an yang ingin “beristirahat” dari kerasnya kehidupan kota. Rumah-rumah penginapan yang disebut “panti pensiun muda” mulai bermunculan, menawarkan tempat tinggal untuk beberapa minggu hingga berbulan-bulan, lengkap dengan aktivitas kelompok dan suasana santai.
Beberapa penghuni memilih menyendiri dengan ponsel, sementara yang lain berkumpul, mengobrol, hingga bermain bersama anjing peliharaan.
Merespons Tekanan Sosial dan Krisis Ekonomi
Pendiri salah satu panti di Dali, Yan Bingyi, mengungkapkan bahwa tempatnya hanya menerima tamu yang “menyenangkan” dan terbuka untuk bersosialisasi. Ia menyediakan makanan rumahan, serta mengajak tamu berkemah atau mengikuti berbagai kegiatan luar ruang.
“Kita semua menghadapi tekanan sosial yang tak terlihat, dan kadang sulit untuk bertahan ketika berada di titik tertentu dalam hidup,” kata Yan.
Meski demikian, ia berharap para penghuni dapat kembali ke rutinitas mereka dengan kondisi mental yang lebih baik.
“Tujuannya bukan untuk kabur dari kehidupan, tapi untuk beristirahat sejenak sebelum kembali menghadapi kenyataan,” tambahnya.
Menurut laporan AFP, tren ini tak lepas dari kondisi ekonomi China pasca-pandemi COVID-19. Tingkat pengangguran di kalangan muda mencapai lebih dari 15 persen, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini mendorong sebagian anak muda untuk mempertanyakan arti bekerja dan keberhasilan dalam hidup.***