By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dunia Krisis Energi, Harga BBM Indonesia Masih Ditahan—Publik Diminta Bijak dan Tak Boros
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dunia Krisis Energi, Harga BBM Indonesia Masih Ditahan—Publik Diminta Bijak dan Tak Boros

Ekonomi

Dunia Krisis Energi, Harga BBM Indonesia Masih Ditahan—Publik Diminta Bijak dan Tak Boros

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
3 Min Read
Sejumlah pengendara sepeda motor antre mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Krapyak, Kudus, Jawa Tengah, beberapa Waktu lalu. Di tengah konflik Timur Tengah yang memunculkan krisis energi global, masyarakat diminta bijak dalam mengkonsumsi energi. (Foto, Antara/Yusuf Nugroho)
SHARE

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia menjadi pengingat serius bagi Indonesia tentang rapuhnya stabilitas energi global. Di tengah situasi tersebut, pemerintah memilih menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Namun di balik keputusan itu, muncul satu pesan penting: bangsa ini perlu memiliki sense of crisis dalam menggunakan energi. Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) bahkan memberikan peringatan jujur mengenai risiko kebijakan harga energi yang terlalu murah bagi kesehatan fiskal negara.

“Kalau BBM murah, orang akan bepergian seenaknya, memakai seenaknya,” ujar JK.

Menurut JK, harga energi yang tidak mencerminkan kondisi pasar global membuat masyarakat cenderung tidak mengontrol konsumsi. Padahal saat ini harga minyak dunia telah menembus di atas US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik di kawasan produsen energi utama.

Bagi JK, persoalan utama bukan sekadar harga BBM, melainkan beban subsidi energi yang terus meningkat dan berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menilai jika harga BBM terus ditahan sementara harga minyak global melonjak, maka subsidi akan semakin besar dan berisiko memperlebar defisit anggaran.

“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi,” jelasnya.

Menurutnya, jika harga BBM tetap murah, maka tidak akan terjadi penghematan konsumsi energi. “Karena kalau harga murah seperti sekarang orang cenderung tidak berhemat… subsidi akan meningkat terus, dan utang bisa naik,” kata JK. Peringatan ini sekaligus menjadi bantalan realitas bahwa menjaga harga energi bukanlah kebijakan tanpa risiko.

Komitmen Pemerintah Menahan Harga

Baca Juga :

Survei PWS, Gibran Rakabuming Raka Potensial Jadi Bakal Cawapres 2024
Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi Gara-gara Bocah Menyeberang Jalan

Di tengah tekanan global tersebut, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM subsidi hingga kini masih tetap dan belum ada penyesuaian.

Kebijakan ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Keputusan menahan harga ini berarti pemerintah harus menanggung beban fiskal yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Karena itu, sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut membutuhkan dukungan publik, terutama melalui perilaku konsumsi energi yang lebih bijak.

Peringatan JK dan komitmen pemerintah pada akhirnya membawa satu pesan yang sama,Indonesia membutuhkan kesadaran kolektif dalam menggunakan energi.

Menahan harga BBM memang membantu masyarakat dalam jangka pendek. Namun jika konsumsi energi tetap boros, maka tekanan terhadap APBN akan semakin berat.

Dengan kata lain, kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga seharusnya tidak dipahami sebagai ruang untuk konsumsi tanpa batas.

Justru di tengah krisis energi global, ini adalah momen bagi masyarakat untuk menunjukkan sense of crisis dengan cara sederhana. Antara lain, mengurangi perjalanan yang tidak perlu, menggunakan transportasi secara lebih efisien, serta menghemat penggunaan energi.

Jika pemerintah berjuang menjaga stabilitas fiskal dan daya beli, maka masyarakat pun dapat berkontribusi dengan bijak menggunakan energi.

Pada akhirnya, menjaga ketahanan energi nasional bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai bangsa.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:APBNBahlil LahadaliabbmJusuf KallaTImur Tengah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Plafon Terminal 3 Soetta Ambruk, Perbaikan Ditargetkan Selesai 2 Hari
Next Article BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026, Pemerintah Siapkan Skema Adil untuk BBM Non-Subsidi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index