By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: DWP Sumut Ungkap Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Mental pada Generasi Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » DWP Sumut Ungkap Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Mental pada Generasi Muda

Kesehatan

DWP Sumut Ungkap Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Mental pada Generasi Muda

Alexander
By
Alexander
6 months ago
Share
2 Min Read
Seminar Kesehatan bertema “Let’s Talk Mental Health: Kenali Stres, Cemas, dan Cara Mengelolanya” di SMA Dharma Pancasila, Medan. (Foto: Humas Pemprov Sumut)
Seminar Kesehatan bertema “Let’s Talk Mental Health: Kenali Stres, Cemas, dan Cara Mengelolanya” di SMA Dharma Pancasila, Medan. (Foto: Humas Pemprov Sumut)
SHARE

MEDAN, INVERSI – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) Evi Novida Sulaiman Harahap menegaskan komitmennya untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda melalui Seminar Kesehatan bertema “Let’s Talk Mental Health: Kenali Stres, Cemas, dan Cara Mengelolanya”.
‎
‎”Seminar ini digelar karena anak-anak dan remaja saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah, keluarga juga pergaulan sosial,” kata Evi kepada wartawan di SMA Dharma Pancasila, Medan, dikutip Jumat (19/12/2025).
‎
‎Ia menyatakan, DWP Provinsi Sumut berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan emosional.
‎
‎Terdapat beberapa faktor pemicu gangguan kesehatan mental pada generasi muda. Evi Novida menjelaskan, kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan.
‎
‎”Tekanan akademik, pengaruh media sosial, serta perubahan emosi pada masa pertumbuhan dapat memicu munculnya stres dan kecemasan jika tidak dipahami dan dikelola dengan baik,” tutur dia.
‎
‎Evi berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar mengenali perasaan diri sendiri, berani berbicara, serta memahami cara-cara positif dalam mengelola stres dan kecemasan.
‎
‎Ia pun berpesan, jangan pernah merasa sendiri ketika mengalami kesulitan atau menghadapi tekanan.
‎
‎”Berbicaralah kepada orangtua, guru, atau orang-orang yang kalian percaya. Ingatlah bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan sehat,” ucapnya.
‎
‎Narasumber seminar, psikolog Indri Kemala Nasution mengungkapkan ada sejumlah hal yang biasa dihadapi pada remaja, yakni konflik dengan teman atau keluarga, ekspektasi diri dan lingkungan, tugas dan ujian, serta tekanan akademik yang menimbulkan stres dan cemas.
‎
‎“Stres adalah respons tubuh dan pikiran ketika menghadapi tekanan. Sementara cemas adalah perasaan khawatir atau takut berlebihan terhadap sesuatu,” katanya.
‎
‎Indri menekankan, ciri-ciri stres dapat dikenali seperti mudah marah atau tersinggung, sulit konsentrasi, sakit kepala atau sakit perut, ada gangguan tidur, dan merasa lelah terus-menerus.
‎
‎Sedangkan ciri-ciri cemas seperti jantung berdebar cepat, sulit bernapas, pikiran negatif datang berulang, takut gagal atau dinilai orang lain, menghindari situasi tertentu.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:DWP SumutGenerasi mudaKesehatan MentalSumatera UtaraSumut
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi saat memimpin rapat persiapan pengamanan Nataru. (Foto: Humas Polrestabes Semarang) Polrestabes Semarang Siapkan Langkah Antisipatif Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Nataru
Next Article Kunjungan kerja Baleg DPR di Medan, Sumatra Utara, dalam rangka penyusunan RUU tentang KADIN. (Foto: Humas Pemprov Sumut) Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap Sambut Kunker Baleg DPR di Medan, Bahas Revisi UU tentang KADIN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Olahraga

Tim Peserta Piala AFF U19 2026 Tiba di Medan Jelang Kick Off

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index