By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Psikolog Muda Fathiyah Allisah Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Gen Z
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Psikolog Muda Fathiyah Allisah Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Gen Z

Kesehatan

Psikolog Muda Fathiyah Allisah Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Gen Z

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
5 Min Read
Ilustrasi kesehatan mental. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Kesehatan mental Gen Z kini menjadi isu yang semakin relevan seiring dengan meningkatnya tekanan hidup, persaingan, dan ekspektasi sosial yang membebani anak muda. Dalam wawancara eksklusif di program Cerita Penutup Hari Pro 2 RRI Ende pada Rabu (20/8/2025), psikolog muda Fathiyah Allisah memberikan pesan penting bagi generasi Z (Gen Z). Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk bisa tetap kuat menghadapi tantangan hidup.

Contents
Tantangan Kesehatan Mental yang Dihadapi Gen ZDukungan Sosial dan Edukasi sebagai SolusiFondasi Penting Bagi Masa Depan

Menurut Fathiyah, kesehatan mental Gen Z sering kali terabaikan karena masih adanya stigma. Banyak anak muda merasa takut dianggap lemah ketika membicarakan soal kecemasan atau depresi. Padahal, justru dengan berani membicarakan perasaan, seseorang bisa menemukan jalan keluar dan mengurangi beban yang dipikul sendirian.

Lebih jauh, Fathiyah menekankan bahwa kesehatan mental Gen Z bisa terjaga dengan kombinasi antara kesadaran diri, dukungan sosial, dan keberanian untuk mencari bantuan profesional. “Jangan takut untuk cerita, baik ke orang terdekat maupun psikolog. Dengan begitu, kamu tidak hanya meringankan beban, tapi juga menjaga kesehatan mental agar tetap stabil,” ujarnya dengan penuh empati.


Tantangan Kesehatan Mental yang Dihadapi Gen Z

Kesehatan mental.

Tekanan hidup di era modern membuat Gen Z berada di situasi yang unik sekaligus menantang. Berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka tumbuh dalam era digital dengan arus informasi yang begitu deras. Media sosial, meski memberi banyak manfaat, juga menjadi sumber kecemasan dan perbandingan sosial yang tidak sehat.

Fathiyah menilai bahwa fenomena fear of missing out (FOMO), standar kesuksesan yang dibangun oleh media, hingga tuntutan akademik maupun pekerjaan, sering membuat anak muda merasa terjebak. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami gejala gangguan kecemasan, depresi, bahkan kelelahan emosional (burnout).

“Kesehatan mental bukan hanya soal menghindari gangguan, tapi bagaimana kita bisa beradaptasi dengan tekanan. Anak muda harus menyadari bahwa merasa cemas atau sedih itu normal, tetapi jangan sampai dibiarkan berlarut hingga mengganggu kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, kurangnya komunikasi yang sehat dalam keluarga maupun lingkungan sekitar sering memperparah kondisi mental anak muda. Banyak dari mereka memilih diam karena takut dianggap berlebihan, padahal sebenarnya mereka butuh didengar. Menurut Fathiyah, kehadiran teman atau keluarga yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dapat menjadi penyelamat.


Dukungan Sosial dan Edukasi sebagai Solusi

Dalam wawancara di Pro 2 RRI Ende, Fathiyah juga menekankan pentingnya edukasi publik untuk mematahkan stigma terhadap isu kesehatan mental. Acara yang ia hadiri bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, bahwa berbicara soal mental bukanlah hal tabu.

Menurutnya, dukungan sosial memiliki peran penting dalam memperkuat daya tahan mental Gen Z. Lingkungan yang suportif dapat menjadi benteng pertama dalam menghadapi tekanan hidup. Baik itu teman dekat, keluarga, maupun komunitas, semua memiliki andil dalam menciptakan ruang aman bagi anak muda untuk berbagi cerita.

Baca Juga :

Wajib Tahu! Harga Biodiesel Naik Rp 12.453 Per Liter di Bulan Mei
Ada Ribuan Kasus Beresiko Stunting Pada Anak di Solo, Waspadai Gejalanya!

Fathiyah menambahkan bahwa keberanian Gen Z untuk mencari bantuan profesional juga harus diapresiasi. Psikolog, konselor, maupun layanan kesehatan jiwa lainnya bisa memberikan perspektif serta strategi yang lebih tepat untuk mengelola emosi dan tekanan.

“Ketika anak muda berani membuka diri, itu artinya mereka sudah mengambil langkah pertama untuk sembuh. Jangan menunggu sampai kondisi mental semakin buruk baru mencari pertolongan,” pesan Fathiyah.

Selain itu, ia juga mendorong institusi pendidikan, media, dan komunitas anak muda untuk lebih gencar mengangkat isu kesehatan mental. Dengan begitu, anak-anak muda tidak merasa sendirian dalam perjuangan menjaga keseimbangan jiwa mereka di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.


Fondasi Penting Bagi Masa Depan

Kehadiran psikolog muda seperti Fathiyah Allisah menjadi pengingat bahwa kesehatan mental adalah fondasi penting bagi masa depan generasi. Pesannya untuk Gen Z agar berani bercerita, mencari pertolongan, dan tidak merasa sendirian patut menjadi refleksi bersama.

Melalui program Pro 2 RRI Ende, pesan edukasi ini disampaikan dengan harapan bisa mengurangi stigma sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Bagi Gen Z, menjaga kesehatan mental berarti menyiapkan diri agar mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan lebih matang, berdaya, dan penuh harapan.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:gen zKesehatan Mental
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 6 Buku Pengembangan Diri untuk Mahasiswa yang Wajib Dibaca Agar Lebih Produktif
Next Article Musik Hip-Dut Inovasi Baru yang Mengguncang Dunia Hiburan Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index