By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Fenomena Kesepian Anak Muda: Antara Sleep Call, Dating Apps, dan Berteman dengan Diri Sendiri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fenomena Kesepian Anak Muda: Antara Sleep Call, Dating Apps, dan Berteman dengan Diri Sendiri

Terkini

Fenomena Kesepian Anak Muda: Antara Sleep Call, Dating Apps, dan Berteman dengan Diri Sendiri

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Meski hidup di kota besar dan dikelilingi teknologi, banyak anak muda yang justru merasa kesepian. Hal ini terungkap dalam survei Health Collaborative Center (2023) di wilayah Jabodetabek. Hasilnya, 44% responden mengalami kesepian derajat sedang, sementara 6% lainnya kesepian berat. Mayoritas dari mereka adalah usia muda, terutama 20–24 tahun.

Contents
Sleep Call: Solusi Cepat tapi Bisa Bikin KetergantunganDating Apps: Obrolan Singkat Cari KoneksiSolusi Sehat: Hubungan Nyata dan Berteman dengan Diri Sendiri

Menurut psikolog Virginia Hanny, kesepian ini diperparah oleh dampak pandemi yang membatasi interaksi sosial. Meski kini sudah normal, banyak yang masih kesulitan kembali berkomunikasi langsung (face to face).

Sleep Call: Solusi Cepat tapi Bisa Bikin Ketergantungan

Fenomena jasa sleep call muncul sejak pandemi. Layanan ini menyediakan teman bicara lewat telepon, terutama malam hari. Salah satunya adalah Sleepcallinn yang dirintis Oka Adabi (23), dengan tarif Rp15.000/jam.

“Banyak yang pesan layanan ini karena merasa enggak punya tempat cerita,” kata Oka.

Meski membantu, psikolog mengingatkan bahwa sleep call tetap bersifat transaksional. Bila terlalu bergantung, justru bisa memperparah rasa sepi yang ada.

Dating Apps: Obrolan Singkat Cari Koneksi

Nia (31), perantau dari Surabaya ke Jakarta, mengaku mencoba aplikasi kencan seperti Bumble untuk sekadar ngobrol. Kesibukan dan kesenjangan budaya membuatnya sulit berinteraksi dengan orang baru.

“Kadang ngobrol aja sudah cukup buat mengusir kesepian,” katanya.

Namun, tidak semua interaksi di aplikasi kencan berujung positif. Perbedaan ekspektasi sering kali menimbulkan rasa kecewa. Hanny menekankan pentingnya membangun batasan dan ekspektasi yang sehat dalam hubungan.

Solusi Sehat: Hubungan Nyata dan Berteman dengan Diri Sendiri

Menurut pakar, solusi paling efektif untuk kesepian adalah membangun koneksi nyata di kehidupan sehari-hari. Bergabung dengan komunitas atau kegiatan tatap muka bisa jadi langkah awal.

Baca Juga :

Psikolog Muda Fathiyah Allisah Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Gen Z
Tips Mencegah Iritasi Kulit saat Menstruasi, Ganti Pembalut setiap Empat Jam

Namun, saat kondisi tidak memungkinkan, belajar berdamai dengan diri sendiri juga penting. Misalnya, menulis jurnal, melakukan hobi, atau sekadar menikmati waktu sendirian.

“Kesepian itu wajar. Tapi jangan lupa, kita juga bisa berteman dengan diri sendiri,” ujar Hanny.

Kesepian bukan aib, dan kamu enggak sendiri. Entah lewat obrolan digital, koneksi nyata, atau refleksi pribadi, yang terpenting adalah memahami bahwa setiap orang punya cara sendiri untuk melewati fase sepi ini. Tak perlu buru-buru mencari pelarian. Mungkin, jawabannya ada di dalam diri sendiri.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Anak MudaKesepian
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gen Z Paling Lama Main HP di Toilet, Waspadai Risiko Kesehatan
Next Article Sibuk Tapi Tetap Bugar? Coba 5 Olahraga Singkat yang Efektif Ini
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index