Inversi.id – Aksi solidaritas untuk membantu warga terdampak banjir di Sumatera kembali mendapat perhatian publik setelah content creator sekaligus influencer Ferry Irwandi berhasil menggalang dana lebih dari sepuluh miliar rupiah hanya dalam kurun waktu 24 jam. Melalui platform Kita Bisa, Ferry membuka kampanye bertajuk Solidaritas Bantu Korban di Sumatra dan mendapatkan respons masif dari masyarakat.
Dalam unggahan di laman penggalangan dana tersebut, Ferry mengajak publik untuk bersatu membantu warga yang tengah berjuang menghadapi bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan ekstrem di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Teman-teman, saudara kita di Sumatra membutuhkan bantuan kita. Curah ekstrem yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut telah memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatra,” tulis Ferry.
Ia menambahkan bahwa kondisi lapangan masih sangat memprihatinkan.
“Air merendam permukiman, akses jalan dan listrik terputus, rumah-rumah warga rusak, serta fasilitas umum lumpuh. Ribuan warga kini terpaksa mengungsi dan bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas,” ujarnya.
Melalui kampanye tersebut, Ferry merinci berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban. Bantuan yang paling diperlukan meliputi makanan siap saji, paket logistik, obat-obatan, layanan kesehatan darurat, perlengkapan kebersihan, serta air bersih. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar ini sangat vital mengingat banyak wilayah yang masih terisolasi dan belum dapat dijangkau secara optimal oleh bantuan pemerintah maupun lembaga kemanusiaan.
“Bencana ini meninggalkan luka yang dalam bagi ribuan keluarga di Sumatra. Namun, harapan itu masih ada melalui kepedulian kita semua,” lanjutnya.
Hingga penutupan pencatatan sementara, donasi telah mencapai Rp 10.374.634.800 yang terkumpul dari 87.692 donatur. Angka tersebut jauh melebihi target awal yang hanya ditetapkan sebesar satu miliar rupiah. Ferry mengungkapkan rasa syukurnya melalui akun Instagram pribadinya @irwandyferry. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secepat mungkin dan menyasar seluruh wilayah terdampak, terutama daerah terpencil yang sulit dijangkau.
“Informasi dari tim @kitabisacom, penggalangan dana ini tercatat sebagai penggalangan dana terbesar yang pernah ada di @kitabisacom untuk bencana nasional dan ini dapat terjadi karena kepedulian dan sumbangsih kawan-kawan. Perkembangan selanjutnya akan selalu diupdate secara berkala. Terima kasih,” ucap Ferry.
Baca Juga : https://inversi.id/data-bnpb-bencana-banjir-di-sumatera-lebih-dari-3-juta-warga-terdampak/
Respons positif pun mengalir deras di kolom komentar unggahan Ferry. Banyak warganet yang menyampaikan apresiasi dan menawarkan diri untuk membantu secara langsung di lapangan. Seorang pengguna menyampaikan kesiapannya menjadi relawan.
“Bang kalau open relawan aku siap ikut terjun ke lapangan, semoga cepat tersalurkan ke saudara-saudara kita yg sedang mengalami musibah di Aceh, Sumut dan Sumbar,” tulis akun @darwansyahtj.
Sementara itu, komentar lain menunjukkan kekaguman publik atas tingginya solidaritas masyarakat.
“Terlalu gokiel, makasih orang orang baik,” tulis @bg_juls.
Ada pula warganet lain yang menyoroti kekuatan gotong royong warga.
“Luar biasa, rakyat bantu rakyat,” ujar @__rhmln.
Aksi penggalangan dana ini menjadi salah satu contoh nyata tingginya kepedulian masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana. Respons publik yang cepat menunjukkan bahwa solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam mendukung sesama, terutama ketika situasi darurat terjadi secara mendadak dan masif.
Di tengah besarnya dampak banjir yang menyebabkan ribuan warga mengungsi dan berbagai fasilitas umum tidak dapat berfungsi, dukungan materi serta partisipasi masyarakat memberi harapan baru bagi proses pemulihan. Aksi Ferry Irwandi dan para donatur juga memperlihatkan bagaimana peran media sosial dapat mempercepat mobilisasi bantuan dalam skala nasional.
Dengan tingginya dana yang terkumpul dan komitmen penyaluran bantuan yang dipastikan berlangsung secara bertahap, masyarakat berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerhati kebencanaan menilai bahwa inisiatif publik seperti ini dapat menjadi pelengkap penting bagi program bantuan pemerintah, terutama pada fase awal tanggap darurat.