By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: FOMO hingga Rendah Diri, Ini Risiko Medsos Berlebihan bagi Remaja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » FOMO hingga Rendah Diri, Ini Risiko Medsos Berlebihan bagi Remaja

Kesehatan

FOMO hingga Rendah Diri, Ini Risiko Medsos Berlebihan bagi Remaja

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi "screen time" pada anak. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol pada remaja dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, mulai dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain hingga gangguan pola tidur. Hal tersebut diingatkan oleh psikolog klinis dewasa lulusan Magister Profesi Klinis Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani.

Saat dihubungi pada Jumat, Teresa menjelaskan salah satu dampak yang cukup sering terjadi adalah kecenderungan remaja melakukan perbandingan sosial secara berlebihan setelah melihat kehidupan orang lain di media sosial.

“Remaja bisa merasa tidak cukup menarik, tidak cukup populer, atau tidak cukup berhasil karena melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial,” ujar Teresa.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar konten di media sosial hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang. Namun bagi remaja yang sedang berada dalam tahap pencarian jati diri, kemampuan untuk membedakan antara realitas dan tampilan yang dikurasi di media sosial belum sepenuhnya matang.

Kondisi tersebut membuat perbandingan sosial yang terjadi terus-menerus berpotensi memengaruhi rasa percaya diri mereka.

“Jika validasi terlalu bergantung pada likes dan komentar, harga diri menjadi sangat eksternal. Artinya, rasa percaya diri bergantung pada respons orang lain,” katanya.

Selain persoalan harga diri, penggunaan media sosial yang terlalu intens juga dapat memicu fenomena fear of missing out atau FOMO. Istilah ini menggambarkan perasaan cemas karena takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas sosial yang sedang terjadi di lingkungan pertemanan.

Dalam situasi tersebut, remaja bisa merasa gelisah ketika tidak mengikuti percakapan atau perkembangan terbaru yang ramai dibahas di platform digital.

Teresa juga menyoroti dampak lain yang sering muncul, yaitu gangguan tidur. Kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam, terutama menjelang waktu tidur, dapat menurunkan kualitas istirahat dan memengaruhi fokus saat menjalani aktivitas keesokan harinya.

Baca Juga :

Sekolah Rakyat Lagi Cari Lebih dari 1000 Posisi Guru, Calon Guru Merapat!
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Meski demikian, ia menegaskan bahwa media sosial tidak selalu membawa dampak negatif bagi remaja. Banyak anak muda yang memanfaatkannya untuk belajar, membangun relasi, hingga menyalurkan kreativitas.

“Masalah muncul ketika penggunaannya tidak seimbang dan tidak terkelola,” ujar psikolog yang kerap dipanggil Tesya itu.

Karena itu, Teresa menilai peran orang tua serta lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu remaja menggunakan media sosial secara sehat dan seimbang.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan Mental RemajaResiko Medsos
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anak Terlalu Lama Main Gawai? Psikolog UI Sarankan Aktivitas Alternatif di Rumah
Next Article Prabowo Panggil Menteri ESDM! Strategi Energi Baru Indonesia Dibongkar: Dari Mobil Listrik hingga Minyak Non-Timur Tengah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index