By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gejala Awal Mirip Flu, Virus Nipah Bisa Berujung Fatal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gejala Awal Mirip Flu, Virus Nipah Bisa Berujung Fatal

Kesehatan

Gejala Awal Mirip Flu, Virus Nipah Bisa Berujung Fatal

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
deteksi suhu tubuh di bandara. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Dunia kesehatan kembali menyoroti ancaman penyakit menular lintas negara yang berisiko memicu dampak serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah infeksi Virus Nipah, patogen dengan tingkat kematian tinggi yang berpotensi menyebar seiring meningkatnya mobilitas global.

Dokter spesialis penyakit dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Timoteus Richard, Sp.PD, menekankan pentingnya kewaspadaan sejak gejala awal muncul. Ia menyebut deteksi dini sebagai faktor krusial untuk menekan risiko komplikasi berat hingga kematian.

“Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal,” kata dokter spesialis penyakit dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Timoteus Richard, Sp.PD, dalam keterangan persnya pada Sabtu.

“Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang optimal,” kata dia.

Virus Nipah atau NiV merupakan virus RNA dari kelompok Paramyxovirus yang pertama kali terdeteksi pada 1999 di Malaysia dan Singapura, terutama di kawasan peternakan babi. Kelelawar pemakan buah diketahui sebagai inang alami virus tersebut, yang dapat menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi.

Infeksi Virus Nipah dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menyebabkan gangguan berat hingga kematian. Sampai saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat antivirus spesifik untuk penyakit tersebut, sehingga pencegahan dan pengenalan gejala sejak dini menjadi langkah utama.

Menurut dr. Timoteus, gejala awal infeksi kerap menyerupai penyakit umum sehingga sering tidak disadari. Masa inkubasi berkisar lima hingga 14 hari setelah paparan. Tanda awal yang muncul antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot, mual, muntah, serta tubuh terasa lemas.

Dalam kondisi yang lebih serius, pasien dapat mengalami batuk, sesak napas, gangguan pernapasan akut, penurunan kesadaran, kejang, hingga peradangan otak atau ensefalitis. Situasi tersebut memerlukan penanganan medis segera di fasilitas kesehatan.

Apabila muncul gejala seperti gangguan napas atau penurunan kesadaran, pasien harus segera dibawa untuk mendapatkan penanganan yang tepat guna mencegah risiko komplikasi lanjutan.

Baca Juga :

4 Tips Membangun Personal Branding Kuat untuk Gen Z di Era Digital
Tips Menjaga Kebersihan dan Higienitas Kulit Bayi

Lebih jauh, dr. Timoteus mengingatkan bahwa potensi penyebaran Virus Nipah juga perlu diwaspadai di Indonesia. Selain memiliki habitat kelelawar buah, Indonesia juga menerima kedatangan pelaku perjalanan dari negara yang pernah melaporkan kasus, seperti India dan Bangladesh.

Karena itu, penguatan layanan kesehatan, peningkatan kapasitas deteksi dini, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan dampak infeksi Virus Nipah, terutama di tengah mobilitas antarnegara yang terus meningkat.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:deteksiVirus Nipah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rekomendasi Minuman Sehat untuk Kendalikan Kolesterol
Next Article Sukses Digelar 11 Hari, IIMS 2026 Bukukan Transaksi Fantastis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index