INVERSI.ID – Sekitar 40 persen orang tidak menyadari bahwa kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam tubuhnya berada pada angka tinggi. Kondisi ini kerap luput dari perhatian, padahal deteksi dini penting agar seseorang bisa segera memperbaiki pola makan, menjaga kadar kolesterol tetap stabil, serta menekan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
Dilansir dari laman Eating Well, Jumat (20/2), terdapat sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol. Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan adalah mengonsumsi jus buah delima sebagai minuman di pagi hari.
“Jus delima kaya akan polifenol, antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan oksidatif, yang merupakan langkah kunci dalam pembentukan plak,” kata Ahli Gizi terdaftar Karman Meyer, RDN.
Penelitian berskala kecil yang melibatkan orang dewasa paruh baya dengan berat badan berlebih dan dislipidemia, yakni kondisi yang mencakup kolesterol tinggi, menunjukkan hasil positif. Partisipan yang rutin minum sekitar satu cangkir jus delima setiap hari selama dua minggu mengalami penurunan kadar kolesterol LDL.
Manfaat buah delima tidak berhenti di situ. Pada penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, konsumsi delima juga disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. Dengan kata lain, buah ini berpotensi memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan jantung.
Selain delima, ada pilihan minuman pagi lain yang tak kalah menyehatkan. Ahli gizi Ali McGowan MS RD merekomendasikan smoothie berbahan susu oat tanpa pemanis, campuran berry, dan biji chia. Seluruh bahan tersebut merupakan sumber serat larut yang berperan dalam membantu mengontrol kadar kolesterol.
Ahli gizi lainnya, Amy Woodman, menyarankan konsumsi jus tomat. Kandungan likopen dalam tomat, sebagai antioksidan alami pada buah berwarna merah, telah terbukti mendukung peningkatan kadar kolesterol baik atau HDL. Namun, sebaiknya memilih jus tomat rendah sodium atau tanpa tambahan garam agar tetap aman bagi tekanan darah.
Bagi yang lebih menyukai minuman hangat, secangkir teh hijau bisa menjadi alternatif. Teh hijau dikenal kaya antioksidan yang mendukung kesehatan jantung.
“Konsumsi teh hijau telah dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan LDL yang moderat dalam studi klinis,” kata McGowan.
Para ahli menegaskan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya bergantung pada satu jenis makanan atau minuman. Pola makan secara keseluruhan memegang peran utama. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam kebiasaan sehari-hari dapat menjadi investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.