By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gen Z Kesulitan Tidur Malam: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gen Z Kesulitan Tidur Malam: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Kesehatan

Gen Z Kesulitan Tidur Malam: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Gen Z kesulitan tidur malam kini menjadi fenomena yang semakin banyak diperbincangkan. Generasi muda yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012 ini seringkali masih aktif hingga larut, bahkan hingga dini hari. Akibatnya, mereka kerap mengantuk di siang hari dan mengalami gangguan produktivitas. Kondisi ini bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan bisa menjadi tanda adanya gangguan ritme sirkadian atau circadian rhythm disorder.

Contents
Dampak “Social Jetlag” pada Gen ZFaktor Penyebab: Dari Gadget hingga Cahaya BiruTips Mengatasi Kesulitan Tidur Malam pada Gen ZBahaya Jangka Panjang Jika Pola Tidur Tidak DiperbaikiKesadaran dan Edukasi Jadi Kunci

Fenomena Gen Z kesulitan tidur malam diakui oleh praktisi kesehatan tidur, dr. Andreas Arman Prasadja, RPSGT. Ia menyebut banyak pasien di usia 20-an datang dengan keluhan sulit tidur saat malam dan justru mengantuk di siang hari. Menurutnya, kondisi ini berkaitan dengan delayed sleep phase, yaitu sebuah gangguan di mana jam tidur seseorang bergeser ke waktu yang jauh lebih larut dari seharusnya.

“Gen Z kesulitan tidur malam bukan berarti mereka tidak bisa tidur sama sekali. Mereka bisa tidur, tapi biasanya baru terlelap di jam 3 pagi atau bahkan subuh,” jelas dr. Andreas dalam acara World Sleep Congress 2025 di Singapura, Rabu (10/9/2025).

“Keluhan yang muncul biasanya sama: ngantukan di siang hari, lalu tidak bisa tidur di malam hari. Ini adalah bentuk dari delayed sleep phase.”

Dampak “Social Jetlag” pada Gen Z

Masalah sulit tidur malam yang dialami Gen Z bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada aktivitas sosial dan pekerjaan. Dr. Andreas menyebut fenomena ini sebagai social jetlag.

“Social jetlag terjadi ketika jam biologis tubuh tidak sinkron dengan jam sosial. Misalnya, tubuh baru merasa ngantuk jam 11 malam atau bahkan lewat tengah malam, padahal besok pagi sudah harus bangun untuk sekolah, kuliah, atau bekerja,” jelasnya.

Akibatnya, Gen Z sering kurang tidur malam dan merasa kelelahan di siang hari. Kondisi ini bisa memicu penurunan konsentrasi, produktivitas, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang, seperti gangguan metabolisme, stres, hingga depresi.

Faktor Penyebab: Dari Gadget hingga Cahaya Biru

Salah satu faktor utama yang memperburuk Gen Z kesulitan tidur malam adalah penggunaan gadget berlebihan menjelang waktu tidur. Menurut dr. Andreas, cahaya biru (blue light) dari layar smartphone, tablet, maupun laptop bisa mengganggu produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur siklus tidur.

“Paparan cahaya biru membuat otak mengira masih siang, sehingga rasa kantuk tertunda. Inilah mengapa Gen Z banyak bergeser jam tidurnya. Kalau tidak disiplin, jadwal tidur bisa semakin kacau,” tegasnya.

Baca Juga :

BMKG Ingatkan Pentingnya Literasi dan Mitigasi Untuk Minimalkan Dampak Risiko Bencana Sesar Lembang
MVP ALERT! MTsN 3 Sleman Gelar Awarding Day

Selain itu, kebiasaan begadang untuk bermain game online, menonton serial, atau scrolling media sosial juga memperkuat pola tidur yang tidak sehat. Aktivitas tersebut bukan hanya mengganggu jam tidur, tetapi juga menstimulasi otak sehingga semakin sulit untuk rileks.

Tips Mengatasi Kesulitan Tidur Malam pada Gen Z

Meski terlihat sulit, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan disiplin waktu. Dr. Andreas memberikan beberapa rekomendasi agar Gen Z dapat kembali memiliki pola tidur yang sehat:

  1. Kurangi paparan gadget sebelum tidur
    Setidaknya satu hingga dua jam sebelum tidur, hindari penggunaan ponsel atau laptop. Jika masih ingin menggunakan, aktifkan fitur blue light filter atau night mode.
  2. Buat rutinitas tidur yang konsisten
    Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Konsistensi ini membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian.
  3. Ciptakan suasana kamar yang nyaman
    Matikan lampu terang, redupkan pencahayaan, dan pastikan kamar dalam kondisi tenang. Lingkungan tidur yang nyaman akan mempercepat rasa kantuk.
  4. Batasi konsumsi kafein
    Minuman berkafein seperti kopi, teh, atau energy drink sebaiknya dihindari pada sore atau malam hari.
  5. Olahraga teratur
    Aktivitas fisik terbukti meningkatkan kualitas tidur. Namun, hindari olahraga berat menjelang waktu tidur karena justru bisa membuat tubuh sulit rileks.
  6. Paparan sinar matahari pagi
    Berjemur atau beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari membantu mengatur jam biologis tubuh agar lebih seimbang.

Bahaya Jangka Panjang Jika Pola Tidur Tidak Diperbaiki

Fenomena Gen Z kesulitan tidur malam bukan masalah sepele. Jika dibiarkan terus menerus, kurang tidur bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur kronis dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kecemasan dan depresi.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga berhubungan dengan menurunnya daya ingat dan kesulitan belajar. Hal ini tentu berbahaya bagi Gen Z yang sebagian besar masih menempuh pendidikan atau baru memulai karier.

Kesadaran dan Edukasi Jadi Kunci

Mengatasi masalah tidur di kalangan Gen Z membutuhkan kesadaran dari individu maupun lingkungan sosialnya. Edukasi tentang pentingnya tidur sehat perlu lebih digencarkan, baik di sekolah, kampus, maupun tempat kerja.

Gen Z sering dianggap sebagai generasi yang adaptif dengan teknologi, tetapi justru tantangan terbesar mereka adalah bagaimana menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan kebutuhan biologis tubuh. Dengan disiplin, kesadaran, dan dukungan lingkungan, pola tidur Gen Z bisa kembali sehat, sehingga mereka dapat lebih produktif dan menjaga kesehatan jangka panjang.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:gen zTidur malam
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jujutsu Kaisen Musim Ketiga Tayang Januari 2026, Penggemar Bersiap Menyambut Arc The Culling Game
Next Article September Kata buat Kamu Literally, Kata Bijak Buat Gen Z Hari Ini: Vibe Positif di Tengah Hectic-nya Dunia!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index