JAKARTA – Pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional masih aman meski pasar minyak dunia menghadapi tekanan akibat dinamika geopolitik global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Dalam wawancara yang disiarkan oleh CNBC Indonesia, Bahlil mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dunia. Namun ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario antisipasi.
Menurut Bahlil, pemerintah fokus pada dua langkah utama, yakni memastikan ketersediaan pasokan energi serta mendorong efisiensi konsumsi energi nasional.
“Kita harus mengantisipasi situasi global. Tapi masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan energi tetap tersedia,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah tingginya ketergantungan terhadap impor minyak. Kebutuhan minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih berada jauh di bawah angka tersebut.
Kondisi ini membuat Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan harga minyak dunia maupun gangguan distribusi global.
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri sekaligus mempercepat berbagai program penguatan ketahanan energi nasional.
Selain memastikan stabilitas pasokan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis jangka panjang. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur cadangan energi nasional agar Indonesia memiliki bantalan yang lebih kuat ketika terjadi krisis energi global.
Pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, serta program elektrifikasi di berbagai sektor.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor yang selama ini menjadi salah satu sumber tekanan terhadap neraca energi nasional.
Di tengah ketidakpastian pasar energi global, Bahlil mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.
Menurutnya, pemerintah bersama badan usaha energi nasional terus menjaga distribusi dan stok energi agar tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia.
“Stok kita aman. Tidak perlu panic buying,” kata Bahlil.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat menghadapi gejolak energi global tanpa menimbulkan gangguan terhadap stabilitas ekonomi maupun aktivitas masyarakat.