Inversi Grab menjalin kemitraan strategis dengan produsen otomotif asal Tiongkok, Guangzhou Automobile Group (GAC), dalam upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di kawasan Asia Tenggara.
Melalui kolaborasi ini, Grab menyiapkan penyediaan tahap awal hingga 20.000 unit mobil listrik yang akan digunakan untuk memperkuat armada layanan ride-hailing di enam negara, termasuk Indonesia.
Kemitraan tersebut menandai langkah signifikan Grab dalam memperluas penggunaan kendaraan rendah emisi, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan transportasi berkelanjutan di kawasan. Bagi GAC, kerja sama ini menjadi pintu masuk strategis untuk memperluas penetrasi pasar kendaraan listriknya di Asia Tenggara dengan memanfaatkan jaringan Grab yang menjangkau jutaan pengguna dan mitra pengemudi.
Grab menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah armada kendaraan listrik, tetapi juga pada pendalaman integrasi teknologi antara aplikasi ride-hailing dan sistem kendaraan. Dalam kerja sama ini, aplikasi mitra pengemudi Grab akan terhubung langsung dengan intelligent cockpit system milik GAC.
Integrasi tersebut memungkinkan pengemudi mengakses berbagai fitur penting secara langsung dari layar kendaraan, seperti navigasi presisi, peta area dengan permintaan tinggi, hingga peringatan keselamatan secara real time.
Chief Product Officer Grab, Philipp Kandal, menjelaskan bahwa integrasi teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja mitra pengemudi. Menurutnya, pengemudi tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada ponsel saat berkendara, sehingga potensi distraksi dapat diminimalkan.
“Dengan mengintegrasikan aplikasi mitra pengemudi Grab langsung ke layar kokpit GAC, mitra pengemudi dapat menerima data penting seperti navigasi presisi dan peringatan keselamatan secara lebih ergonomis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berkendara sekaligus produktivitas mereka,” ujar Philipp dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (8/1/2026).
Pada tahap awal implementasi, Grab dan GAC akan menghadirkan tiga model kendaraan listrik GAC, yakni AION Y, AION ES, dan AION V. Ketiga model tersebut akan dioperasikan di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Model-model ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional ride-hailing profesional, dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan, efisiensi energi, serta keselamatan penumpang dan pengemudi.
AION Y dan AION ES dikenal memiliki kabin yang lapang serta konsumsi energi yang efisien, menjadikannya cocok untuk perjalanan jarak menengah hingga panjang. Sementara itu, AION V menawarkan fitur keselamatan yang lebih canggih serta daya jelajah baterai yang kompetitif, sehingga dinilai sesuai untuk penggunaan intensif dalam layanan transportasi daring.
Dari sisi Grab, kemitraan ini membuka lebih banyak pilihan bagi mitra pengemudi untuk beralih ke kendaraan listrik. Grab menyediakan berbagai skema, mulai dari penyewaan armada hingga pembiayaan kepemilikan EV, guna menurunkan hambatan biaya awal yang selama ini menjadi tantangan utama adopsi kendaraan listrik.
Dengan demikian, mitra pengemudi dapat menikmati manfaat penghematan biaya operasional, terutama dari sisi bahan bakar dan perawatan kendaraan. Langkah Grab ini sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Laporan Global EV Outlook 2025 yang dirilis oleh International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa penjualan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara meningkat hampir 50 persen sepanjang 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kombinasi kebijakan pemerintah, insentif fiskal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Grab sendiri menargetkan transisi bertahap mitra pengemudi ke kendaraan rendah atau nol emisi sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai netralitas karbon pada 2040. Transportasi menjadi salah satu kontributor utama emisi karbon di kawasan perkotaan, sehingga elektrifikasi armada ride-hailing dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.
Di Indonesia, Grab telah mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019 yang tersebar di berbagai kota besar. Kendaraan listrik tersebut digunakan baik untuk layanan roda dua maupun roda empat. Seiring terjalinnya kemitraan strategis dengan GAC, Grab memastikan jumlah dan cakupan armada kendaraan listrik di Tanah Air akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui kolaborasi ini, Grab dan GAC berharap dapat mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik yang lebih inklusif di Asia Tenggara, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi akses dan keberlanjutan ekonomi bagi para mitra pengemudi.