By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Petani Prancis Blokir Akses Paris, Tolak Perjanjian Dagang UE–Mercosur
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Petani Prancis Blokir Akses Paris, Tolak Perjanjian Dagang UE–Mercosur

EkonomiInternasionalTerkini

Petani Prancis Blokir Akses Paris, Tolak Perjanjian Dagang UE–Mercosur

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Protes petani Prancis bisa membahayakan posisi Presiden Prancis Emmanuel Macron (Sumber : Kontan.co.id)
Foto : Protes petani Prancis bisa membahayakan posisi Presiden Prancis Emmanuel Macron (Sumber : Kontan.co.id)
SHARE

Inversi Petani Prancis kembali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis (8/1/2026) sebagai bentuk penolakan terhadap rencana Uni Eropa menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan negara-negara Amerika Selatan yang tergabung dalam blok Mercosur.

Aksi tersebut dipusatkan di Paris dan sejumlah titik strategis lain, dengan melibatkan puluhan traktor yang memblokir akses jalan utama menuju ibu kota Prancis. Sejak dini hari, para petani bergerak menuju pusat kota Paris dan menduduki sejumlah lokasi penting, seperti Jalan Champs-Élysées, Arc de Triomphe, hingga kawasan sekitar Majelis Nasional.

Aksi ini menyebabkan gangguan lalu lintas parah, terutama di jalur-jalur utama yang menghubungkan Paris dengan wilayah sekitarnya. Salah satu jalur yang terdampak signifikan adalah jalan tol A13 dari arah Normandia dan pinggiran barat Paris, yang mengalami kemacetan hingga sepanjang 150 kilometer.

Demonstrasi tersebut dipicu oleh kekhawatiran petani terhadap kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa dan Mercosur—blok ekonomi yang terdiri atas Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay. Perjanjian ini dinilai berpotensi membuka keran impor besar-besaran produk pertanian dari Amerika Selatan ke pasar Eropa.

Para petani Prancis khawatir masuknya produk-produk dengan harga lebih murah itu akan melemahkan daya saing petani lokal dan mengancam keberlangsungan sektor pertanian nasional. Aksi protes ini digerakkan oleh sejumlah serikat petani, termasuk serikat sayap kanan Coordination Rurale.

Selain menolak kesepakatan Mercosur, para demonstran juga menyuarakan keberatan terhadap tingginya biaya produksi pertanian serta ketatnya regulasi lokal yang dinilai memberatkan petani. Mereka menilai kebijakan pemerintah tidak berpihak pada pelaku usaha tani domestik, yang selama ini dihadapkan pada standar lingkungan dan kesehatan yang ketat.

“Kami berada di antara rasa kesal dan putus asa. Kami merasa ditinggalkan, dan Mercosur menjadi contoh nyata dari kebijakan yang merugikan kami,” ujar Stephane Pelletier, anggota senior Coordination Rurale, kepada Reuters saat ditemui di bawah Menara Eiffel.

Selain isu perdagangan, para petani juga memprotes kebijakan pemerintah terkait pemusnahan kawanan sapi sebagai langkah pengendalian penyakit ternak yang sangat menular. Kebijakan tersebut dinilai berlebihan dan berdampak langsung pada penghidupan peternak. Mereka menilai pemerintah lebih memilih pendekatan represif dibandingkan solusi berkelanjutan yang melibatkan petani sebagai pemangku kepentingan utama.

Situasi di lapangan sempat memanas ketika sejumlah demonstran menerobos pos pemeriksaan polisi untuk memasuki pusat kota. Para petani bahkan berhasil memblokir area sekitar Arc de Triomphe sebelum fajar dan kemudian bergerak menuju Majelis Nasional. Presiden Majelis Nasional, Yaël Braun-Pivet, sempat dicemooh dan didorong ketika keluar dari gedung untuk berdialog dengan para demonstran dari Coordination Rurale.

Baca Juga :

Biodata Lengkap Adiba Khanza, Penyanyi yang Dikabarkan akan Menikah dengan Egy Maulana Vikri
Mendiktisaintek Tegaskan SMA Unggul Garuda Bukan Sekolah Elit

Tekanan juga datang dari serikat petani terbesar di Prancis, FNSEA. Presiden FNSEA, Arnaud Rousseau, menegaskan penolakan keras terhadap kesepakatan Mercosur. Menurutnya, perjanjian tersebut akan membuka pintu bagi produk impor yang tidak memenuhi standar lingkungan dan kesehatan Uni Eropa.

“Pemerintah akan mengimpor produk dari negara lain yang tidak mematuhi standar yang kami jalani setiap hari. Itu tidak dapat diterima. Kami akan terus bergerak dan berjuang,” kata Rousseau.

Aksi protes ini semakin menekan Presiden Emmanuel Macron dan pemerintahannya, yang tengah menghadapi situasi politik domestik yang rapuh. Demonstrasi berlangsung hanya sehari sebelum negara-negara anggota Uni Eropa dijadwalkan memberikan suara atas kesepakatan perdagangan tersebut.

Dengan tidak adanya mayoritas yang kuat di parlemen, setiap kebijakan kontroversial berpotensi memicu mosi tidak percaya terhadap pemerintah Macron.

Prancis sendiri selama ini dikenal sebagai penentang utama kesepakatan Mercosur. Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Brégeon, menegaskan bahwa perjanjian tersebut masih belum dapat diterima. Senada dengan itu, Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menyatakan bahwa meskipun mayoritas negara anggota Uni Eropa mendukung kesepakatan tersebut, Prancis akan tetap menentangnya di Parlemen Eropa.

Ia menegaskan bahwa persetujuan Prancis merupakan syarat penting agar perjanjian dapat diberlakukan secara penuh. Di sisi lain, Komisi Eropa berupaya meredam penolakan dengan menawarkan sejumlah insentif.

Pekan ini, Komisi Eropa mengusulkan percepatan pencairan dana Uni Eropa sebesar 45 miliar euro kepada sektor pertanian dalam kerangka anggaran tujuh tahun ke depan. Selain itu, Komisi juga sepakat untuk menurunkan bea impor pada beberapa jenis pupuk guna menekan biaya produksi petani.

Kesepakatan Mercosur mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah negara anggota, seperti Jerman dan Spanyol. Italia juga diperkirakan akan memberikan dukungan. Jika Roma menyatakan setuju, Uni Eropa akan memperoleh suara yang cukup untuk mengesahkan perjanjian tersebut, bahkan tanpa dukungan Prancis. Pemungutan suara atas kesepakatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/1/2026).

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:BlokirBlokir AksesParisPerjanjianPerjanjian DagangPetaniprancisUE-Mercosur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : BAZNAS Native Online (Sumber : Kontan.co.id) KPK Gandeng BAZNAS untuk Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Sumatra
Next Article Foto : Ilustrasi mobil GAC Aion Y plus (Sumber : Kontan.co.id) Grab Siapkan 20.000 Mobil Listrik Bersama GAC, Ini Strateginya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index