By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pasca Bencana Sumatra dan Aceh, WALHI Ingatkan Satgas Tak Hanya Bangun Infrastruktur
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pasca Bencana Sumatra dan Aceh, WALHI Ingatkan Satgas Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Terkini

Pasca Bencana Sumatra dan Aceh, WALHI Ingatkan Satgas Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) (Sumber : Kontan.co.id)
Foto : Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) (Sumber : Kontan.co.id)
SHARE

Inversi Pemerintah secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Pembentukan satgas ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto sebagai respons atas rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah provinsi di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Satgas percepatan ini memiliki mandat untuk mengoordinasikan berbagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, mulai dari perbaikan infrastruktur publik, pemulihan permukiman warga, hingga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa tugas satgas tidak boleh berhenti pada pemulihan fisik semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan yang memicu terjadinya bencana berulang.

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Uli Arta Siagian, menegaskan bahwa pembentukan satgas merupakan langkah awal yang penting, tetapi belum cukup apabila tidak disertai dengan perubahan paradigma pembangunan. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa bencana ekologis serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Maka kewajiban negara untuk memastikan tidak terjadi lagi bencana ekologis, seperti banjir di tiga provinsi tersebut, harus dilakukan melalui kerja-kerja yang konkret dan mampu menjawab persoalan struktural yang selama ini menjadi penyebab utama bencana,” ujar Uli dalam keterangannya pada Kamis (8/1/2026).

Uli menilai, selama ini penanganan pasca bencana kerap terjebak pada pendekatan jangka pendek, yaitu membangun kembali infrastruktur yang rusak tanpa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan. Padahal, bencana yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh tidak dapat dilepaskan dari kerusakan ekosistem akibat aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.

Menurut Uli, rehabilitasi dan rekonstruksi seharusnya dimaknai sebagai proses pemulihan menyeluruh yang mencakup aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Pembangunan kembali infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan permukiman, harus dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar tidak menimbulkan risiko bencana baru di kemudian hari.

“Pembangunan tidak lagi bisa dilakukan secara serampangan tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan. Jika pola lama terus dipertahankan, maka bencana hanya akan berulang dengan dampak yang semakin besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Uli menyoroti pentingnya peran Satgas dalam melakukan pemulihan wilayah yang mengalami kerusakan akibat aktivitas industri ekstraktif. Ia menilai bahwa kerusakan hutan, alih fungsi lahan skala besar, serta aktivitas perkebunan dan pertambangan yang tidak berkelanjutan telah memperparah kerentanan wilayah terhadap bencana banjir dan longsor.

Baca Juga :

JFW 2025: Maudy Ayunda Buktikan Senyum Adalah Gaya yang Tak Pernah Salah
Anak Muda Ogah Nikah, Krisis Populasi Jepang Makin Parah

Dalam konteks ini, Uli menekankan bahwa Satgas tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik yang dibiayai oleh anggaran negara, tetapi juga harus berani menagih tanggung jawab korporasi yang terbukti berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Penegakan prinsip tanggung jawab lingkungan, termasuk kewajiban pemulihan oleh pelaku usaha, dinilai menjadi kunci dalam mencegah terulangnya bencana ekologis.

“Artinya, penagihan tanggung jawab kepada korporasi untuk melakukan pemulihan lingkungan juga harus menjadi perhatian utama Satgas. Ini penting agar beban pemulihan tidak seluruhnya ditanggung oleh negara dan masyarakat,” ujar Uli.

WALHI juga mengingatkan bahwa pemulihan pasca bencana harus melibatkan partisipasi masyarakat terdampak. Masyarakat lokal dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung terkait kondisi wilayahnya, sehingga keterlibatan mereka dapat membantu memastikan bahwa program rehabilitasi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Selain itu, Uli menilai bahwa pembentukan Satgas seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan di kawasan rawan bencana. Evaluasi tersebut mencakup peninjauan kembali izin-izin usaha, tata ruang wilayah, serta kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang selama ini dinilai mengabaikan aspek keberlanjutan.

Dengan mandat yang besar dan lintas sektor, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana diharapkan mampu menjadi instrumen negara dalam membangun pendekatan penanganan bencana yang lebih komprehensif. Tidak hanya berorientasi pada pemulihan jangka pendek, tetapi juga pada pencegahan jangka panjang melalui pembangunan yang berbasis lingkungan dan keadilan ekologis.

WALHI menegaskan bahwa keberhasilan Satgas akan sangat ditentukan oleh keberanian pemerintah dalam mengambil langkah tegas terhadap praktik pembangunan yang merusak lingkungan. Tanpa perubahan kebijakan yang mendasar, bencana ekologis dikhawatirkan akan terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Bangun Infrastrukturbencanabencana sumatraInfrastrukturPasca BencanaSatgas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi mobil GAC Aion Y plus (Sumber : Kontan.co.id) Grab Siapkan 20.000 Mobil Listrik Bersama GAC, Ini Strateginya
Next Article Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan pernyataan pers usai kegiatan retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto : ANTARA/Fathur Rochman) Bahlil Sampaikan Capaian Lifting Migas dan Percepatan Elektrifikasi Desa dalam Retret Kabinet
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index