By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Harga Cabai Mulai Turun, Beras dan Daging Relatif Stabil pada 9 Januari 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Harga Cabai Mulai Turun, Beras dan Daging Relatif Stabil pada 9 Januari 2026

EkonomiTerkini

Harga Cabai Mulai Turun, Beras dan Daging Relatif Stabil pada 9 Januari 2026

Adrian
By
Adrian
6 months ago
Share
4 Min Read
Foto : Pedagang cabai rawit di Pasar Agung Peninjoan, Denpasar, Bali. (Sumber : ANTARA NEWS)
Foto : Pedagang cabai rawit di Pasar Agung Peninjoan, Denpasar, Bali. (Sumber : ANTARA NEWS)
SHARE

Inversi Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat nasional terpantau bergerak fluktuatif pada Jumat (9/1/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, pemantauan harga pada pukul 16.00 WIB.

Menunjukkan adanya kecenderungan penurunan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, sementara harga beras dan sebagian besar komoditas pokok lainnya relatif stabil.

PIHPS Nasional mencatat pergerakan harga rata-rata nasional berdasarkan transaksi di pasar tradisional yang diperbarui secara berkala setiap jam. Data ini menjadi salah satu acuan utama pemerintah dalam memantau dinamika harga pangan dan menjaga stabilitas pasokan di tengah perubahan permintaan masyarakat.

Untuk komoditas beras, harga terpantau tidak mengalami perubahan signifikan di hampir seluruh segmen kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat sebesar Rp14.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II juga berada pada level yang sama, yakni Rp14.400 per kilogram. Kondisi ini mencerminkan kestabilan pasokan beras di pasar tradisional pascalibur panjang akhir tahun.

Pada segmen menengah, harga beras medium I berada di kisaran Rp15.900 per kilogram, sementara beras medium II tercatat Rp15.750 per kilogram. Adapun beras kualitas premium juga cenderung stabil, dengan harga beras super I sebesar Rp17.100 per kilogram dan beras super II di kisaran Rp16.700 per kilogram.

Stabilnya harga beras ini menunjukkan bahwa distribusi dan cadangan beras nasional masih berada dalam kondisi terkendali. Berbeda dengan beras, komoditas cabai menunjukkan tren penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya. Harga cabai merah besar tercatat sebesar Rp43.000 per kilogram, turun cukup signifikan setelah sebelumnya sempat berada pada level yang lebih tinggi.

Cabai merah keriting juga mengalami pelemahan harga dan kini berada di kisaran Rp44.750 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit hijau tercatat Rp60.850 per kilogram dan cabai rawit merah berada di kisaran Rp58.250 per kilogram. Meski masih tergolong tinggi, penurunan harga cabai ini menjadi sinyal awal terjadinya normalisasi pasar hortikultura seiring membaiknya pasokan dari sentra produksi.

Pada kelompok komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar terpantau mengalami penurunan tipis. PIHPS mencatat harga daging ayam ras berada di level Rp40.800 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada telur ayam ras yang kini tercatat Rp32.450 per kilogram. Kondisi ini dipengaruhi oleh menurunnya permintaan setelah periode libur akhir tahun, serta distribusi pasokan yang kembali berjalan normal.

Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil. Daging sapi kualitas I tercatat sebesar Rp142.350 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II berada di kisaran Rp134.800 per kilogram. Stabilitas harga daging sapi mencerminkan keseimbangan antara pasokan impor dan produksi dalam negeri yang masih terjaga.

Baca Juga :

Puan Maharani Soroti Kasus Bullying di Garut, Dorong Deteksi Dini Kekerasan di Sekolah
Dampak Bibit Siklon 91P yang Terdeteksi di Indonesia, Berpotensi Sebabkan Gelombang Tinggi

Untuk komoditas gula dan minyak goreng, pergerakan harga terpantau cenderung terbatas. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di level Rp18.200 per kilogram. Kedua jenis gula tersebut tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Adapun harga minyak goreng masih berada pada level yang relatif tinggi. Minyak goreng curah tercatat Rp18.850 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan bermerek I berada di kisaran Rp22.600 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp21.550 per liter. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun stabil, harga minyak goreng belum sepenuhnya mengalami penurunan yang berarti.

Secara umum, pergerakan harga pangan pada 9 Januari 2026 mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah tingginya permintaan selama libur Natal dan Tahun Baru. Komoditas hortikultura, khususnya cabai, mulai mengalami koreksi harga, sementara komoditas strategis seperti beras, daging sapi, dan gula pasir relatif terjaga stabil.

Memasuki pertengahan Januari 2026, harga pangan nasional diperkirakan tetap bergerak dinamis dengan volatilitas yang lebih rendah. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan kementerian terkait terus memperkuat koordinasi dalam memantau harga, menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan ketersediaan pasokan guna melindungi daya beli masyarakat.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:2026BerasCabaiDagingHargaJanuariRelatifStabil
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang memberikan paparan pengelolaan Sumber Daya Alam. Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Foto : Dok. Kementerian ESDM) Capaian Positif Sektor Energi 2025, Negara Perkuat Kehadiran untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Next Article Persija Pastikan Ada Pemain Baru Jelang Putaran Kedua Liga 1
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

20 hours ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

21 hours ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index