By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Hati-hati, Gorengan Saat Buka Puasa Picu Risiko Penyakit Serius
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Hati-hati, Gorengan Saat Buka Puasa Picu Risiko Penyakit Serius

Kesehatan

Hati-hati, Gorengan Saat Buka Puasa Picu Risiko Penyakit Serius

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Aneka takjil di salah satu kios di kawasan Jalan Sabang Jakarta Pusat. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Kebiasaan menyantap gorengan saat berbuka puasa ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Dietisien dari RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak setelah seharian berpuasa dapat membebani kerja organ tubuh.

“Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” kata Yesi kepada, Sabtu.

Menurut Yesi, berbuka puasa dengan gorengan berpotensi meningkatkan asupan lemak secara signifikan, terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Kondisi ini membuat tubuh yang sebelumnya beristirahat selama kurang lebih 12 jam harus bekerja ekstra keras untuk mencerna lemak.

Organ pertama yang terdampak adalah hati. Lemak berlebih akan disimpan di organ tersebut. Jika penumpukan terjadi terus-menerus, dapat berkembang menjadi perlemakan hati, peradangan, sirosis, bahkan kanker hati.

Selain hati, jantung dan pembuluh darah juga berisiko terdampak akibat tingginya asupan lemak.

“Hal ini dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga terjadi penyumbatan berisiko terjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner,” katanya.

Pankreas dan empedu turut menerima dampak negatif karena konsumsi lemak berlebihan dapat memicu resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes. Tidak hanya itu, ginjal pun bisa terbebani karena dipaksa bekerja lebih keras, sehingga dalam jangka panjang berisiko menimbulkan penyakit ginjal kronik.

Yesi juga menyoroti dampak pada sistem pernapasan. Penumpukan lemak, terutama di area perut, dapat menekan diafragma dan memicu keluhan sesak napas.

“Efek lainnya terjadi pada sistem reproduksi yang dapat menyebabkan penurunan kesuburan karena ketidakseimbangan hormon,” kata Yesi.

Baca Juga :

Cerita Ketua RW Gen Z, dari Viral di Media Sosial hingga Bertemu Wapres Gibran
Sinergi Baznas dan Pemkab Maros Membangun Sumber Daya Manusia Unggul

Dari sisi pencernaan, gorengan saat berbuka puasa juga berpotensi menimbulkan gangguan. Setelah berpuasa cukup lama, saluran cerna membutuhkan asupan yang ringan dan mudah dicerna, bukan makanan tinggi lemak yang memperlambat proses pencernaan.

Risiko tersebut semakin besar bagi individu dengan berat badan berlebih atau obesitas.

“Apabila terjadi terus menerus dan tidak diimbangi dengan asupan serat yang cukup dan aktivitas fisik yang memadai, maka terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh yang sangat berisiko terjadi obesitas, penyakit jantung, stroke, perlemakan hati, diabetes melitus, kanker dan penyakit lainnya,” katanya.

Meski demikian, Yesi menyebut gorengan masih bisa dikonsumsi dalam batas wajar bagi individu dengan status gizi normal, yakni maksimal dua potong per hari, dengan catatan tidak disertai makanan bersantan atau olahan goreng lainnya dalam menu yang sama.

Sementara bagi yang mengalami kegemukan atau obesitas, konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi, bahkan cukup satu kali dalam seminggu. Minyak yang digunakan juga disarankan minyak baru, bukan minyak bekas pakai berulang kali. Selain itu, penting untuk mengimbanginya dengan konsumsi serat yang cukup dan aktivitas fisik teratur.

Sebagai alternatif takjil sehat, Yesi menyarankan memulai berbuka dengan air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan makanan yang mudah dicerna dan mengandung elektrolit, seperti kurma, air kelapa, buah segar, atau salad buah, agar metabolisme tubuh kembali optimal tanpa membebani organ.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:GorenganMenu Berbuka
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sukses Digelar 11 Hari, IIMS 2026 Bukukan Transaksi Fantastis
Next Article BGN Bantah Klaim Mitra MBG Untung Bersih Rp1,8 Miliar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

4 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index