By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Indonesia Tolak Pembelian Drone Amerika Serikat dalam Perundingan Perjanjian Perdagangan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Indonesia Tolak Pembelian Drone Amerika Serikat dalam Perundingan Perjanjian Perdagangan

Internasional

Indonesia Tolak Pembelian Drone Amerika Serikat dalam Perundingan Perjanjian Perdagangan

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. (Foto : ANTARA/Xinhua)
Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. (Foto : ANTARA/Xinhua)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Pemerintah Indonesia menolak tuntutan Amerika Serikat untuk membeli drone buatan Negeri Paman Sam sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bilateral antara kedua negara.

Penolakan tersebut terungkap dalam laporan surat kabar The Straits Times, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung jalannya perundingan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, Indonesia sejatinya telah menyetujui sejumlah besar persyaratan yang diajukan oleh Amerika Serikat dalam proses negosiasi. Salah satu poin utama yang disepakati adalah rencana Indonesia untuk meningkatkan impor bahan bakar dari Amerika Serikat sebagai pengganti pasokan dari Singapura.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.

Meski demikian, Indonesia menegaskan sikap tegas terhadap beberapa ketentuan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional. Salah satunya adalah permintaan Amerika Serikat agar Indonesia membeli drone buatan AS untuk keperluan pengawasan di kawasan Laut China Selatan.

Pemerintah Indonesia menilai tuntutan tersebut tidak dapat diterima karena berpotensi melanggar konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia.

Dalam laporan The Straits Times disebutkan bahwa penolakan tersebut dilandasi pertimbangan kedaulatan dan kepentingan strategis nasional. Indonesia dinilai tidak ingin perjanjian perdagangan merambah ke isu-isu pertahanan dan keamanan yang sensitif, apalagi yang berkaitan dengan dinamika geopolitik di kawasan Asia Pasifik.

Meski terdapat perbedaan pandangan pada sejumlah poin, perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat dilaporkan telah mencapai tahap yang cukup maju. Kedua pihak dikabarkan hampir menyepakati penurunan tarif impor Amerika Serikat terhadap sejumlah produk Indonesia, dari sebelumnya sekitar 32 persen menjadi 19 persen.

Jika terealisasi, kebijakan tersebut berpotensi memberikan dorongan signifikan bagi ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

Baca Juga :

Batik Bangkit! Ekspor Melejit, Anak Muda Jadi Motor Inovasi
DBL Camp 2025 Buka Peluang Emas untuk Atlet Basket SMA se-Indonesia Unjuk Gigi di Amerika

Selain itu, Indonesia juga disebut tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan impor mobil asal Amerika Serikat. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi produk otomotif AS ke pasar Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari paket konsesi dalam perundingan perdagangan.

Tidak hanya sektor otomotif, Indonesia juga dilaporkan berencana menghapus sejumlah hambatan terhadap pasokan peralatan teknologi dan medis dari Amerika Serikat. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan domestik Indonesia untuk memperkuat sektor kesehatan dan teknologi, terutama pascapandemi dan di tengah upaya transformasi digital nasional.

The Straits Times melaporkan bahwa saat ini perundingan antara kedua negara masih berlangsung dan berfokus pada tahap finalisasi kesepakatan. Sejumlah isu administratif dan teknis masih dibahas secara intensif oleh tim perunding dari masing-masing negara untuk memastikan kesepakatan yang dicapai dapat diimplementasikan secara efektif.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat terkait laporan tersebut, sikap Indonesia yang menolak pembelian drone AS mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan prinsip kedaulatan nasional.

Pemerintah Indonesia dinilai berupaya memastikan bahwa kerja sama perdagangan tidak melampaui batas-batas konstitusional dan tidak menyeret Indonesia ke dalam dinamika geopolitik yang lebih luas.

Perkembangan perundingan ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional. Hasil akhir dari negosiasi diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus tetap menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Pochettino Sulap Timnas AS Jadi Monster Piala Dunia!
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
TAGGED:AsDroneindonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ratusan Pelajar dan Guru Bersihkan Lingkungan Sekolah (Sumber : dutatv.com) Ratusan Pelajar di Banjarmasin Turun Tangan Normalisasi Saluran Air Mulawarman
Next Article Foto : Personel Satlantas Polres Karimun memberi edukasi tertib lalu lintas kepada siswa SMPN 3 Tebing, Karimun, Kamis (29/1/2026) (Sumber : antaranews.com) Polres Karimun Tanamkan Budaya Tertib dan Etika Bermedia Digital
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis

1 week ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
Foto : Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Jajaki Program MBG bagi Pelajar Indonesia di Jeddah, Arab Saudi

3 weeks ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index