By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Kalap Saat AYCE, Dokter Sebut Risiko Asam Lambung hingga Sesak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Kalap Saat AYCE, Dokter Sebut Risiko Asam Lambung hingga Sesak

Kesehatan

Jangan Kalap Saat AYCE, Dokter Sebut Risiko Asam Lambung hingga Sesak

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Tren makan di restoran All You Can Eat (AYCE) semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, kebiasaan makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat bisa berdampak pada kesehatan pencernaan jika tidak dilakukan dengan bijak.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi–Hepatologi FKUI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, mengingatkan bahwa pola makan seperti ini berpotensi memicu gangguan lambung, terutama jika konsumsi daging merah dilakukan secara berlebihan.

“Jadi all you can eat itu juga salah satu faktor ya, kalau ini all you can eatnya daging, Daging merah itu salah satu faktor resiko tuh kalau konsumsinya berlebihan-lebihan untuk kena GERD ya,” kata Ari dalam acara diskusi kesehatan bersama Primaya Hospital di Jakarta, Kamis.

Menurut Ari, sajian di restoran All You Can Eat umumnya didominasi oleh daging merah yang tinggi lemak, seperti daging sapi, babi, maupun kambing. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Peningkatan asam lambung ini berpotensi menyebabkan cairan asam naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di ulu hati. Kondisi tersebut dikenal sebagai heartburn, yang merupakan salah satu gejala khas dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).

Ia menjelaskan bahwa lambung manusia memiliki kapasitas seperti kantong dengan ukuran sekitar 600 hingga 800 cc. Ketika diisi makanan melebihi kapasitas tersebut, seseorang bisa merasakan perut sangat penuh, mual, hingga keinginan muntah. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu sesak napas dan jantung berdebar.

Selain itu, sistem makan All You Can Eat biasanya memiliki batas waktu sekitar dua jam. Batas waktu ini sering membuat pengunjung cenderung makan sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Akibatnya, makanan tidak dikunyah dengan baik dan lambung menerima beban makanan secara tiba-tiba sehingga mengalami peregangan atau dilatasi.

“Kalau dia mengalami kondisi itu makan All You Can Eat tiba-tiba perutnya terasa penuh, nggak bisa muntah, dia segera ke rumah sakit, karena nanti dipasang selang oleh dokter rumah sakit, untuk mengeluarkan cairan atau gasnya dari lambung,” kata Ari.

Baca Juga :

Jakarta Running Festival 2025: 500 Komunitas Lari Satukan Energi, Pelari dari 48 Negara, Jakarta Jadi Pusat Sport Tourism Asia Tenggara
Tips Hidup Praktis Saat Menggunakan Fitur AI di Samsung Galaxy S24 Series

Dalam kondisi yang lebih berat, makan berlebihan juga bisa memicu komplikasi serius seperti kebocoran usus maupun lambung. Jika hal itu terjadi, pasien biasanya harus mendapatkan penanganan medis di instalasi gawat darurat untuk mengurangi tekanan di lambung.

Agar pengalaman makan All You Can Eat tetap aman bagi kesehatan, Ari menyarankan masyarakat untuk tetap mengontrol pola makan. Salah satu caranya adalah dengan mengunyah makanan lebih lama karena proses ini dapat membantu otak menerima sinyal kenyang lebih cepat.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar makanan dikonsumsi secara perlahan dan dalam porsi kecil agar lambung tidak menerima beban berlebihan dalam waktu singkat.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:AYCEGerd
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bahaya Makanan Manis dan Asin Saat Puasa
Next Article Jangan Abaikan Tekanan Emosi, Ini Sinyal Anda Perlu Konsultasi dengan Psikolog
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index