INVERSI.ID – Tren makan di restoran All You Can Eat (AYCE) semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, kebiasaan makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat bisa berdampak pada kesehatan pencernaan jika tidak dilakukan dengan bijak.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi–Hepatologi FKUI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, mengingatkan bahwa pola makan seperti ini berpotensi memicu gangguan lambung, terutama jika konsumsi daging merah dilakukan secara berlebihan.
“Jadi all you can eat itu juga salah satu faktor ya, kalau ini all you can eatnya daging, Daging merah itu salah satu faktor resiko tuh kalau konsumsinya berlebihan-lebihan untuk kena GERD ya,” kata Ari dalam acara diskusi kesehatan bersama Primaya Hospital di Jakarta, Kamis.
Menurut Ari, sajian di restoran All You Can Eat umumnya didominasi oleh daging merah yang tinggi lemak, seperti daging sapi, babi, maupun kambing. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Peningkatan asam lambung ini berpotensi menyebabkan cairan asam naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di ulu hati. Kondisi tersebut dikenal sebagai heartburn, yang merupakan salah satu gejala khas dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).
Ia menjelaskan bahwa lambung manusia memiliki kapasitas seperti kantong dengan ukuran sekitar 600 hingga 800 cc. Ketika diisi makanan melebihi kapasitas tersebut, seseorang bisa merasakan perut sangat penuh, mual, hingga keinginan muntah. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu sesak napas dan jantung berdebar.
Selain itu, sistem makan All You Can Eat biasanya memiliki batas waktu sekitar dua jam. Batas waktu ini sering membuat pengunjung cenderung makan sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
Akibatnya, makanan tidak dikunyah dengan baik dan lambung menerima beban makanan secara tiba-tiba sehingga mengalami peregangan atau dilatasi.
“Kalau dia mengalami kondisi itu makan All You Can Eat tiba-tiba perutnya terasa penuh, nggak bisa muntah, dia segera ke rumah sakit, karena nanti dipasang selang oleh dokter rumah sakit, untuk mengeluarkan cairan atau gasnya dari lambung,” kata Ari.
Dalam kondisi yang lebih berat, makan berlebihan juga bisa memicu komplikasi serius seperti kebocoran usus maupun lambung. Jika hal itu terjadi, pasien biasanya harus mendapatkan penanganan medis di instalasi gawat darurat untuk mengurangi tekanan di lambung.
Agar pengalaman makan All You Can Eat tetap aman bagi kesehatan, Ari menyarankan masyarakat untuk tetap mengontrol pola makan. Salah satu caranya adalah dengan mengunyah makanan lebih lama karena proses ini dapat membantu otak menerima sinyal kenyang lebih cepat.
Selain itu, ia juga menganjurkan agar makanan dikonsumsi secara perlahan dan dalam porsi kecil agar lambung tidak menerima beban berlebihan dalam waktu singkat.