By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Serangan Jantung dan Aritmia Fatal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Keliru, Ini Perbedaan Serangan Jantung dan Aritmia Fatal

Kesehatan

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Serangan Jantung dan Aritmia Fatal

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA . (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA menegaskan bahwa serangan jantung dan kematian jantung mendadak merupakan dua kondisi medis yang berbeda, meski kerap dianggap sama oleh masyarakat.

Dalam konferensi pers Pulse Day 2026 bertajuk “Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat” di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat (13/2), ia menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut.

“Kematian jantung mendadak biasanya karena gangguan listrik jantung yang kacau. Sementara serangan jantung karena sumbatan aliran darah di pembuluh koroner,” kata anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia itu.

Menurut dr. Ardian, kematian jantung mendadak umumnya dipicu oleh gangguan sistem kelistrikan jantung atau aritmia berat yang menyebabkan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Sementara serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah koroner yang menghambat suplai oksigen ke otot jantung.

Ia mencontohkan sejumlah kasus atlet profesional yang kolaps saat bertanding meski dalam kondisi fisik prima dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. Kondisi tersebut, kata dia, sering kali berkaitan dengan gangguan irama jantung yang memicu henti jantung mendadak.

Data yang dipaparkan menunjukkan sekitar 26,3 persen kematian akibat masalah jantung berkaitan dengan gangguan irama jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung koroner, risiko kematian juga dapat meningkat akibat aritmia fatal yang muncul secara tiba-tiba karena kerusakan otot jantung.

Dr. Ardian menjelaskan bahwa gangguan irama jantung memiliki spektrum yang luas, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Pada sebagian orang, kondisi ini hanya menimbulkan keluhan berupa jantung berdebar. Namun, dalam kasus tertentu, aritmia dapat berkembang cepat dan memicu henti jantung dalam waktu singkat.

Menurut dr. Ardian, tingkat keselamatan pada kasus aritmia fatal tergolong sangat rendah.

“Pasien dengan gangguan irama jantung fatal peluang bertahan hidupnya kurang dari satu persen jika tidak segera tertangani,” ujarnya.

Baca Juga :

Mengapa Remaja Stres dan Nakal? Ini Penjelasan Dokter Jiwa
Respons Kepala BGN Tegaskan Prioritas ASI & Batasi Opsi Susu Formula di Program MBG

Karena itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala gangguan irama jantung, seperti palpitasi, pusing mendadak, hingga pingsan tanpa sebab jelas. Pemeriksaan dini dan deteksi awal dinilai krusial untuk mencegah risiko kematian jantung mendadak.

Edukasi mengenai perbedaan serangan jantung dan kematian jantung mendadak diharapkan dapat membuat masyarakat, terutama generasi muda yang aktif berolahraga, lebih waspada terhadap kesehatan jantung. Dengan pemahaman yang tepat, langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko fatal dapat ditekan.

You Might Also Like

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
TAGGED:Aritmiakesehatan jantung
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di atas panggung Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss (Sumber : antaranews.com) Kritik Asing Dijawab Prabowo Soal Keterlibatan Aparat Pangan
Next Article Cerita Pemeran Our Universe Tentang Peran Orang Tua
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index