By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: KAI Perketat Aturan Power Bank, Ini Batas Kapasitas dan Cara Pakainya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KAI Perketat Aturan Power Bank, Ini Batas Kapasitas dan Cara Pakainya

Terkini

KAI Perketat Aturan Power Bank, Ini Batas Kapasitas dan Cara Pakainya

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
8 Min Read
Ilustrasi power bank di KAI. (Foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Perjalanan naik kereta api identik dengan suasana yang santai, bebas macet, dan nyaman buat rebahan sambil scroll medsos atau nonton film dari HP. Tapi semua kenyamanan itu nggak bakal ada artinya kalau ada potensi bahaya dari perangkat elektronik yang dibawa penumpang. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali memperbarui aturan terkait perangkat yang hampir pasti dibawa semua orang: power bank.

Contents
Aturan Pemakaian di Dalam KeretaKeselamatan Jadi Prioritas Utama dalam Perjalanan Kereta

KAI mengeluarkan kebijakan baru yang mengatur batas kapasitas power bank yang boleh dibawa oleh pelanggan selama perjalanan. Aturan ini dibuat bukan untuk mempersulit penumpang, tapi untuk memastikan perjalanan tetap aman, lancar, dan bebas risiko. Soalnya, power bank yang rusak, kapasitasnya kelewat besar, atau dipakai sembarangan bisa memicu masalah serius di dalam kereta.

Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa aturan baru ini mulai diberlakukan untuk semua pelanggan.

“Pelanggan diperbolehkan membawa power bank dengan kapasitas maksimal 100 Wh (Watt-hour),” ujarnya di Medan, Senin.

Aturan ini sebenarnya sejalan dengan standar keamanan internasional terkait penggunaan power bank di transportasi umum, termasuk pesawat dan kereta api di sejumlah negara.

Untuk memudahkan penumpang, KAI juga menjelaskan cara perhitungan kapasitas Wh. Rumusnya: (kapasitas mAh × voltase) / 1.000. Misalnya power bank 10.000 mAh dengan voltase 5V, berarti kapasitas Wh-nya adalah 50 Wh. Dengan begitu, power bank tersebut masih aman untuk dibawa.

Aturan Pemakaian di Dalam Kereta

Selain mengatur batas kapasitas, KAI juga menetapkan aturan pemakaian power bank selama perjalanan. Penumpang tetap diperbolehkan menggunakan power bank untuk mengisi daya ponsel atau perangkat pribadi lainnya. Itu berarti kamu bisa tetap nyaman main game, browsing, atau kerja, tanpa takut kehabisan baterai.

Namun ada satu hal penting: penumpang dilarang mengisi ulang daya power bank menggunakan stop kontak yang tersedia di kereta. Aturan ini jadi salah satu poin baru yang paling banyak disorot karena banyak penumpang biasanya memanfaatkan stop kontak untuk ngecas power bank sambil perjalanan.

“Stop kontak hanya dapat digunakan untuk perangkat dengan konsumsi daya rendah, seperti earphone, handphone, tablet dan laptop,” jelas M. As’ad.

Baca Juga :

Hasil Sidang Isbat, Hari Raya Idul Fitri Jatuh pada Tanggal 10 April 2024
Update Data 16 Jenazah Korban Erupsi Gunung Marapi yang Berhasil Diidentifikasi

Artinya, ngecas power bank langsung dari stop kontak kereta bakal dilarang untuk alasan keamanan. Kenapa? Karena arus listrik untuk charging power bank biasanya lebih besar dan bisa meningkatkan risiko panas berlebih, korsleting, atau overload kalau banyak yang melakukan dalam waktu yang bersamaan.

Selain itu, kondisi fisik power bank juga jadi perhatian. Penumpang wajib memastikan power bank yang dibawa tidak rusak, tidak menggembung, dan punya label kapasitas yang jelas. Aturan ini penting karena banyak insiden kebakaran kecil atau korsleting di berbagai tempat terjadi akibat power bank yang kualitasnya tidak jelas atau sudah rusak tapi tetap dipakai.

KAI menilai bahwa edukasi kepada penumpang sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi perjalanan kereta saat ini dipadati berbagai segmen, mulai dari pekerja, pelajar, wisatawan, sampai keluarga. Dengan mobilitas yang makin tinggi, penggunaan power bank pun ikut meningkat.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama dalam Perjalanan Kereta

Dalam keterangannya, M. As’ad mengatakan bahwa aturan baru ini sejalan dengan komitmen KAI untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan.

“Kami berharap seluruh penumpang dapat turut mendukung terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman dengan menggunakan perangkat elektronik, termasuk power bank, secara bertanggung jawab,” katanya menyampaikan.

Ia juga menegaskan bahwa power bank kini menjadi barang wajib bagi banyak pelanggan. Di era digital seperti sekarang, hampir mustahil ada penumpang yang bepergian jauh tanpa membawa power bank. Tapi popularitas power bank juga membuat risikonya semakin tinggi, terutama jika pengguna tidak memperhatikan kondisi perangkatnya.

Menurut M. As’ad, aturan baru ini bukan sekadar pengetatan, tetapi upaya untuk memitigasi risiko.

“Penerapan aturan baru ini bertujuan untuk memitigasi potensi bahaya yang dapat timbul akibat penggunaan power bank yang tidak sesuai standar. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk lebih bijak dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan,” katanya.

Jika dilihat lebih jauh, aturan seperti ini sebenarnya sudah diberlakukan di berbagai moda transportasi global. Pesawat, misalnya, juga membatasi kapasitas power bank karena baterai lithium memiliki potensi bahaya jika mengalami overheating. Kereta api sebagai transportasi massal yang melayani ribuan orang per hari juga perlu aturan serupa demi memastikan perjalanan semua orang tetap aman.

Aturan power bank pun hanya satu dari sekian banyak kebijakan keamanan yang sudah diterapkan KAI selama bertahun-tahun. Mulai dari pemeriksaan barang bawaan, larangan membawa barang mudah terbakar, hingga pemeriksaan kondisi kereta secara rutin. Keselamatan menjadi salah satu aspek yang paling dijaga KAI karena sedikit kelalaian bisa berdampak besar pada keselamatan ratusan penumpang di dalam satu rangkaian.

Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik pribadi, KAI merasa perlu memperbarui aturan agar tetap relevan. Kebijakan baru seperti ini juga mengajak penumpang untuk lebih sadar terhadap keselamatan diri sendiri dan penumpang lain.

Selain mengatur power bank, KAI juga terus meningkatkan fasilitas pendukung kenyamanan, seperti stop kontak yang lebih stabil, fasilitas charging di stasiun, dan layanan informasi yang lebih lengkap. Langkah-langkah ini dilakukan agar penumpang tetap dapat menikmati perjalanan tanpa merasa dibatasi oleh aturan baru tersebut.

Aturan kapasitas maksimal 100 Wh sebetulnya tidak terlalu membatasi bagi sebagian besar pengguna power bank. Kebanyakan power bank yang beredar di pasaran memiliki kapasitas 10.000–20.000 mAh, dan biasanya masih berada di bawah batas tersebut. Penumpang hanya perlu lebih teliti memperhatikan label dan kondisi perangkat sebelum berangkat.

KAI juga mendorong penumpang untuk mengganti power bank yang sudah mengalami kerusakan fisik. Power bank yang menggembung, misalnya, bisa menjadi tanda adanya gangguan internal pada baterai, dan sangat berbahaya jika dipaksakan untuk tetap digunakan.

Dengan aturan yang lebih tegas, KAI berharap seluruh pelanggan ikut serta membangun budaya perjalanan yang aman. Kesadaran kolektif ini penting, apalagi pengguna kereta semakin beragam dan volume perjalanan meningkat setiap tahunnya.

Di tengah tingginya kebutuhan koneksi dan aktivitas digital selama perjalanan, aturan ini diharapkan mampu membuat pengalaman naik kereta tetap nyaman tanpa mengurangi kebebasan penumpang untuk beraktivitas dengan perangkat elektronik. Yang paling penting, semua pengguna kereta tetap dapat menikmati perjalanan dengan tenang tanpa adanya risiko bahaya terkait perangkat baterai.

Dengan demikian, aturan baru ini bukan sekadar pembatasan, tetapi langkah maju KAI dalam menjaga kualitas layanan. KAI ingin menunjukkan bahwa perjalanan kereta bukan hanya cepat dan praktis, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan kenyamanan yang bertanggung jawab.

You Might Also Like

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
TAGGED:KAIPower Bank
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article GBK Rumah Baru Industri Hiburan Indonesia, Venue Favorit Musisi Lokal dan Internasional
Next Article Sejumlah petugas SPPG Cijayanti 2, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan menu MBG, Kamis (2/10/2025). (Foto : ANTARA/Savira Hazra) MBG Papua Uji Kapasitas Negara: Biaya Tembus 3 Kali di Pulau Jawa, Infrastruktur Jadi Kunci
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index