By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kemkomdigi Dorong Agentic AI Jadi Instrumen Strategis Kebijakan Publik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kemkomdigi Dorong Agentic AI Jadi Instrumen Strategis Kebijakan Publik

Terkini

Kemkomdigi Dorong Agentic AI Jadi Instrumen Strategis Kebijakan Publik

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
4 Min Read
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail. (foto: AntaraNews)
SHARE

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Ismail, menegaskan bahwa teknologi Agentic Artificial Intelligence (Agentic AI) perlu dimanfaatkan sebagai instrumen strategis negara dalam merumuskan kebijakan publik yang presisi, adaptif, dan berbasis data di era digital.

Contents
Agentic AI dan Tantangan Membaca Data DigitalPeluang Ekonomi dan Kedaulatan DigitalEtika, Infrastruktur, dan Kolaborasi

Pernyataan tersebut disampaikan Ismail dalam acara Governance Agentic AI di Jakarta Pusat, Rabu (28/1), sebagaimana tertuang dalam rilis pers resmi. Menurutnya, penguasaan Agentic AI menjadi krusial agar pemerintah mampu memahami pola hidup digital masyarakat secara lebih komprehensif dan akurat.

Agentic AI dan Tantangan Membaca Data Digital

Ismail menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat saat ini terekam melalui berbagai platform digital, mulai dari mesin pencari, aplikasi percakapan, media sosial, hingga marketplace. Namun, pemerintah dinilai belum memiliki posisi yang cukup kuat untuk membaca dan mengelola data tersebut secara utuh.

“Hari ini, pola hidup masyarakat terekam melalui mesin pencari, aplikasi percakapan, media sosial, hingga marketplace. Namun pemerintah justru tidak berada pada posisi yang cukup untuk membaca sumber data tersebut secara utuh. Akibatnya, kebijakan publik, termasuk pariwisata dan transportasi, sering kali tidak tepat sasaran,” kata Ismail.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kepemilikan data, melainkan pada aksesibilitas serta kemampuan negara dalam membaca pola secara agregat untuk kepentingan publik, tanpa mengabaikan privasi dan prinsip hukum yang berlaku.

Peluang Ekonomi dan Kedaulatan Digital

Selain mendukung kebijakan publik, Agentic AI juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kedaulatan digital nasional. Ismail menyebut teknologi ini membuka peluang ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bernilai tambah bagi talenta digital Indonesia.

“Banyak solusi AI membutuhkan penyesuaian dengan konteks Indonesia. Jika kita hanya mengadopsi teknologi jadi, maka kita akan selalu berada di lapisan paling bawah. Agentic AI memberi peluang agar anak-anak bangsa ikut mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan Agentic AI di dalam negeri akan mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan tantangan Indonesia, bukan sekadar meniru solusi dari negara lain.

Etika, Infrastruktur, dan Kolaborasi

Dalam implementasinya, Ismail menekankan pentingnya kerangka etika dan batasan yang jelas sejak awal agar pemanfaatan Agentic AI berjalan secara bertanggung jawab dan mampu meminimalkan risiko.

Baca Juga :

Aaryan Shukla, Remaja Berjuluk ‘Manusia Kalkulator’ Pemecah 6 Rekor Dunia Dalam Sehari
KPK Resmi Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

“Ini bukan semata soal teknologi, tetapi membangun sistem dan budaya. Harus jelas batasnya, kapan masuk wilayah hukum, kapan etika, dan bagaimana risikonya dimitigasi secara nyata dan implementatif,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemkomdigi diposisikan sebagai orkestrator pengembangan infrastruktur AI nasional. Menurut Ismail, skala investasi dan kompleksitas infrastruktur AI tidak memungkinkan jika sepenuhnya diserahkan kepada swasta secara terpisah.

“Indonesia negara besar dengan kebutuhan besar. Infrastruktur AI harus diarahkan dan diorkestrasi dengan jelas agar tidak tertinggal dan benar-benar mendukung kepentingan nasional,” tegasnya.

Ismail juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga talenta muda, untuk bersinergi membangun ekosistem Agentic AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

“Mulainya harus sekarang, now or never. Kita ingin Agentic AI berkembang di Indonesia dengan arah yang jelas dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:aiKebijakanTeknologi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Virus Nipah Merebak di India, Indonesia Diminta Perketat Antisipasi
Next Article Foto : Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor sukses menghadirkan informasi pendidikan tinggi kepada pelajar pada hari pertama pelaksanaan Indonesia Favourite Campus Expo 2026 yang digelar di Yasmin Center Bogor, Jl. KH. R. Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, Jawa Barat pada Selasa (27/01) (Sumber : news.bsi.ac.id) UBSI Bogor Hadirkan Solusi Pendidikan Masa Depan Indonesia Favourite Campus Expo 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index