By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Virus Nipah Merebak di India, Indonesia Diminta Perketat Antisipasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Virus Nipah Merebak di India, Indonesia Diminta Perketat Antisipasi

Kesehatan

Virus Nipah Merebak di India, Indonesia Diminta Perketat Antisipasi

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi Penumpang dari luar negeri melintas di area pemindai suhu tubuh milik Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta. (foto: AntaraNews)
SHARE

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menilai Indonesia perlu mengambil pelajaran dari langkah-langkah negara tetangga dalam mencegah penularan virus Nipah. Virus tersebut belakangan dilaporkan kembali merebak di India dan berpotensi menimbulkan dampak lintas negara.

Contents
Langkah Negara Tetangga Antisipasi Virus NipahIndonesia Diminta Tingkatkan KewaspadaanMengenal Virus Nipah dan Gejalanya

Virus Nipah dikenal dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada manusia, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga peradangan otak. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Kamis, Prof. Tjandra menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama karena di India sudah terjadi penularan antar-manusia.

Langkah Negara Tetangga Antisipasi Virus Nipah

Sejumlah negara di kawasan Asia telah lebih dulu menerapkan langkah pencegahan. Prof. Tjandra menyebut Thailand melakukan skrining di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang terhadap penumpang yang datang dari negara bagian West Bengal, India. Nepal juga menerapkan skrining serupa bagi pendatang di Tribhuvan International Airport.

Singapura, pada 28 Januari 2026, mengumumkan langkah antisipatif berupa pemeriksaan suhu tubuh bagi pendatang di Bandara Changi. Selain itu, otoritas kesehatan setempat meminta dokter, pengelola laboratorium, dan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan riwayat perjalanan ke West Bengal yang menunjukkan gejala infeksi virus Nipah.

Tak hanya itu, Singapura juga akan menggelar penyuluhan kesehatan di pintu masuk negara, memperkuat surveilans pada pekerja migran dari Asia Selatan, serta berkoordinasi dengan otoritas pengendalian penyakit menular di kawasan tersebut untuk memantau perkembangan kasus.

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Menurut Prof. Tjandra, Indonesia memiliki risiko serupa karena menjadi tujuan wisata dan kerja bagi warga India. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang sejalan dengan negara tetangga dinilai perlu segera diterapkan.

“Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal,” kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu.

Selain penguatan pengawasan di pintu masuk, Prof. Tjandra juga mendorong peningkatan koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya virus Nipah di dalam negeri.

Mengenal Virus Nipah dan Gejalanya

Virus Nipah merupakan virus patogen yang awalnya menular dari hewan, seperti kelelawar dan babi, ke manusia. Namun, seiring waktu, virus ini juga terbukti dapat menular antar-manusia, termasuk melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Baca Juga :

UNS Tetapkan Syarat Bakal Calon Rektor, Apa Saja?
Profil dan Biodata Mahalini, Pelantun Lagu “Sial” yang Dilamar Rizky Febian

Secara global, tercatat sekitar 750 kasus infeksi virus Nipah pada periode 1998 hingga 1999. Kasus pertama ditemukan di Malaysia, kemudian menyebar dan dilaporkan di Bangladesh, India, Filipina, serta Singapura.

Prof. Tjandra menjelaskan bahwa masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari, bahkan bisa lebih lama. Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam kondisi lebih berat, pasien dapat mengalami gangguan paru-paru berupa batuk, sesak napas, hingga pneumonia, serta peradangan pada otak.

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk menangani infeksi virus Nipah. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah paling krusial.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:kesehatanVirus
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Polisi Tidak Tahan Pasutri Penganiaya Pemotor di Palmerah, Ini Alasannya
Next Article Kemkomdigi Dorong Agentic AI Jadi Instrumen Strategis Kebijakan Publik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Foto : Ibu memberikan Makanan Bergizi Gratis kepada Balita di Posyando Bougenville, Makassar, Sulawesi Selatan (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Sinergi Posyandu & SPPG! Kawal Anak dan Kesehatan Ibu dari Program MBG

1 month ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index