INVERSI.ID – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan profesionalitas Polri sebagai bagian dari evaluasi kinerja sepanjang tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan Polri tetap profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Kompolnas, Arief Wicaksono, di kawasan Jakarta Selatan, Senin, menjelaskan bahwa rekomendasi pertama menekankan penguatan kepolisian berbasis profesionalisme, kesetaraan gender, serta perlindungan perempuan dan anak. Hal ini dinilai penting mengingat peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelayan masyarakat yang humanis.
“Pemberian arah kebijakan tersebut dilaksanakan melalui pengkajian mendalam terhadap dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, evaluasi kinerja Polri, serta hasil pengawasan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Arief.
Fokus Rekomendasi Kompolnas
Selain penguatan profesionalisme dan perlindungan kelompok rentan, rekomendasi kedua Kompolnas menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental personel Polri. Kesejahteraan personel dianggap sebagai faktor krusial dalam menunjang kinerja kepolisian yang optimal, sekaligus meminimalkan potensi konflik internal dan kesalahan prosedur dalam menjalankan tugas.
Rekomendasi ketiga menitikberatkan pada paradigma pelayanan Polri yang mendukung demokrasi. Arief menekankan bahwa Polri harus berfungsi sebagai aparat penegak hukum sekaligus pelayan masyarakat yang mampu menyeimbangkan penegakan hukum dengan penghormatan terhadap hak asasi warga negara.
Selain kepada Presiden Prabowo, Kompolnas juga menyampaikan rekomendasi kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Di antaranya adalah perbaikan mekanisme dan sistem penggunaan kekuatan, khususnya penggunaan senjata api, serta pengawasan terhadap pelanggaran anggota Polri yang menjadi perhatian Kompolnas. Hal ini bertujuan untuk menjaga profesionalitas dan akuntabilitas institusi.
“Secara keseluruhan, rekomendasi Kompolnas sepanjang tahun 2025 menegaskan komitmen kuat dalam mendorong terwujudnya Polri yang profesional, akuntabel, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Arief.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kompolnas optimis penguatan rekomendasi ini akan berkontribusi nyata dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, langkah ini juga mendukung pencapaian visi Astacita Presiden, yaitu membangun Indonesia yang adil, sejahtera, dan demokratis.
Anggota Kompolnas, Yusuf, menambahkan bahwa jumlah rekomendasi kepada Presiden Prabowo pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi lima rekomendasi. Penambahan ini dimaksudkan agar Kompolnas bisa lebih proaktif dalam memberikan arah kebijakan strategis terkait Polri dan isu keamanan nasional.
“Sebagaimana tugas Kompolnas, kami akan terus menargetkan memberikan arah kebijakan Polri ataupun saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden nantinya,” katanya.
Kompolnas menekankan bahwa seluruh rekomendasi yang disampaikan bersifat strategis dan berbasis kajian mendalam, bukan sekadar formalitas. Evaluasi dan rekomendasi ini diharapkan menjadi alat untuk memperkuat institusi Polri secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menegakkan supremasi hukum di Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan yang jelas, penguatan profesionalitas, serta perhatian pada kesejahteraan personel dan hak-hak masyarakat, Kompolnas berharap Polri dapat lebih adaptif menghadapi tantangan keamanan di era modern. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat menjadi kunci agar institusi kepolisian terus berperan sebagai pilar stabilitas nasional.