By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Konflik Iran-AS, Gubernur DKI Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga Barang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Konflik Iran-AS, Gubernur DKI Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga Barang

EkonomiInternasionalTerkini

Konflik Iran-AS, Gubernur DKI Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga Barang

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti potensi dampak ekonomi apabila Selat Hormuz ditutup akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Termasuk bagi stabilitas ekonomi Jakarta. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

INVERSI.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti potensi dampak ekonomi apabila Selat Hormuz ditutup akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, jalur strategis tersebut memiliki peran krusial dalam arus perdagangan global, termasuk bagi stabilitas ekonomi Jakarta.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, serta berada di antara Oman dan Iran ini, menjadi lintasan utama distribusi energi global. Sekitar seperlima ekspor minyak dunia melewati kawasan tersebut, termasuk pasokan dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan.

“Jika Selat Hormuz ditutup pasti akan berdampak pada supply chain atau rantai pengiriman barang dan barang-barang mengalami kenaikan harga,” kata Pramono saat membuka JIS Ramadhan Festival 2026 di Jakarta, Minggu.

Meski demikian, Pramono mengimbau warga Ibu Kota agar tidak bereaksi berlebihan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, memprioritaskan pengamanan pasokan kebutuhan pokok, terutama menjelang Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat.

Ia menyebut sejumlah komoditas utama yang menjadi perhatian yakni cabai merah, daging, serta beras. Pemprov DKI memastikan stok ketiga kebutuhan tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi.

Untuk komoditas daging, ketersediaannya juga dinyatakan masih stabil dan terkendali. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar utama serta mengawasi pergerakan inflasi agar bisa segera mengambil langkah antisipatif bila terjadi lonjakan harga.

“Kami pantau di semua pasar utama di Jakarta belum terjadi kenaikan,” kata dia.

Sementara itu, Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu tekanan terhadap harga energi global. Serangan Israel ke Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2) disebut dapat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, Faisal menjelaskan harga minyak mentah saat ini berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, jika ketegangan berlanjut, harga berpeluang naik ke level 80 dolar AS per barel.

Baca Juga :

Begini Nasib Para Artis yang Gagal Menuju Senayan Jadi Anggota DPR RI
Tren Baru, Edit Foto Gaya Polaroid Menggunakan Gemini AI Jadi Favorit Warganet

Ia menambahkan, apabila distribusi minyak melalui Selat Hormuz terganggu, harga bisa melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel. Jalur ini dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat berdampak signifikan terhadap pasar energi dunia.

“Kalau sudah sampai 100 dolar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” katanya.

Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak karena kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi memicu efek berantai, mulai dari biaya logistik hingga harga barang kebutuhan sehari-hari.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Ekonomi JakartaSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Eksklusif: Iran di Ambang Kekacauan – Perang Epic Fury, Protes Dalam Negeri dan Risiko Regional
Next Article Indonesia Berduka: Jenderal Try Sutrisno, Wapres ke-6 RI, Tutup Usia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

10 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index