By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: KPAI Minta Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Sumbangan Sekolah di NTT
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KPAI Minta Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Sumbangan Sekolah di NTT

PendidikanTerkini

KPAI Minta Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Sumbangan Sekolah di NTT

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
2 Min Read
Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap dugaan adanya pungutan sumbangan sebesar Rp1 juta per siswa oleh pihak sekolah terkait kasus meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

“Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite. Uang ini uang komite,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Selain dugaan pungutan sumbangan, KPAI juga menerima informasi bahwa pihak sekolah diduga mengumumkan nama-nama siswa yang belum membayar sumbangan tersebut. Praktik ini dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut karena berpotensi menimbulkan tekanan psikologis terhadap anak.

Atas dasar itu, KPAI meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terkait kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.

“Meskipun informasi dari sekolah tidak ada pembicaraan (sumbangan) di depan anak, kami meminta Kemendikdasmen untuk mengecek kebenaran itu. Kami juga minta konfirmasi kepada orang tua karena pihak orang tua menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar,” kata Diyah Puspitarini.

Kasus ini mencuat setelah YBR (10), siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya pada Kamis (29/1). Korban meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Selama ini, korban diketahui tinggal bersama neneknya yang telah lanjut usia. Sementara itu, ibu korban berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Dua saudara tiri korban lainnya telah berusia dewasa dan merantau ke Papua serta Kalimantan.

Ibu korban menanggung nafkah untuk lima anak, termasuk korban yang merupakan anak bungsu. Ayah kandung korban diketahui pergi merantau sejak korban masih berada dalam kandungan dan hingga kini tidak pernah kembali.

KPAI menegaskan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk memastikan tidak adanya kebijakan atau praktik yang berpotensi memberikan tekanan sosial maupun psikologis kepada peserta didik.

Baca Juga :

Ucapan Menyambut Ramadhan 1445 H dari Kantor Kepada Karyawan
Berada di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Indonesia Berpeluang Lolos?

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:KPAIPerlindungan Anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Danantara Tancap Gas Hilirisasi, Investasi Rp110 Triliun Digelontorkan ke 13 Daerah
Next Article BPJS PBI Dinonaktifkan, FAKTA Sebut Negara Bahayakan Nyawa Pasien
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index