Inversi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempercayakan penyaluran donasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatra kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.
Keputusan tersebut diambil karena BAZNAS dinilai memiliki rekam jejak yang baik, kredibel, serta berpengalaman dalam pengelolaan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan bantuan sosial secara profesional.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut didasarkan pada pertimbangan kelembagaan dan akuntabilitas BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang memiliki mandat dalam penyaluran dana umat. Menurutnya, dalam kondisi darurat kebencanaan, dibutuhkan lembaga yang memiliki sistem distribusi yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita melihat bahwa secara rekam jejak dan secara kelembagaan, BAZNAS merupakan lembaga yang dapat menyalurkan zakat dan bantuan kemanusiaan dengan baik. Oleh karena itu, dengan pertimbangan tersebut, donasi dari internal KPK kami salurkan melalui BAZNAS,” ujar Setyo saat ditemui pada acara Hari Bakti KPK ke-23 sekaligus Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Setyo menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan merupakan hasil penggalangan dana internal dari para pegawai KPK. Bantuan tersebut, meskipun nilainya tidak terlalu besar dibandingkan kontribusi dari institusi lain, mencerminkan kepedulian dan keikhlasan seluruh insan KPK untuk turut membantu sesama yang sedang menghadapi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, KPK secara simbolis menyerahkan donasi sebesar Rp80 juta kepada Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah di Sumatra.
“Tadi kami telah memberikan donasi sebesar Rp80 juta kepada BAZNAS, yang nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana, khususnya di Pulau Sumatra. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas,” kata Setyo.
Ia menambahkan, nilai bantuan bukanlah ukuran utama dari kepedulian, melainkan niat tulus untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Setyo juga berharap, langkah kecil tersebut dapat menginspirasi berbagai pihak untuk ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KPK kepada BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen penuh untuk mengelola dan menyalurkan seluruh dana bantuan secara amanah, transparan, serta tepat sasaran sesuai prinsip pengelolaan dana umat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KPK atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan kami jaga dengan sebaik-baiknya agar bantuan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan bahwa BAZNAS RI memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, BAZNAS tercatat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada sedikitnya 116.054 penerima manfaat yang terdampak bencana di berbagai daerah di Sumatra.
Bantuan tersebut mencakup berbagai bentuk layanan, mulai dari penyediaan dapur umum dan distribusi makanan siap santap, paket logistik keluarga, layanan kesehatan darurat, hingga penyediaan air bersih dan paket kebersihan atau hygiene kit. Selain itu, BAZNAS juga memberikan dukungan psikososial bagi para korban, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, guna membantu pemulihan kondisi mental pascabencana.
Lebih lanjut, BAZNAS RI juga telah mengerahkan personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) ke sejumlah lokasi terdampak. Para relawan tersebut bertugas mendukung proses evakuasi, pendampingan korban, serta pelayanan kemanusiaan di lapangan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat.
“Kebutuhan masyarakat di Sumatra saat ini sangat besar, baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar maupun pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, dukungan dari KPK ini sangat berarti dan kami harapkan dapat menjadi pemicu bagi semakin banyak pihak untuk turut membantu,” tutur Kiai Noor.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga, baik dari unsur pemerintah, lembaga negara, maupun masyarakat, menjadi kunci utama dalam penanganan bencana yang efektif dan berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Melalui penyaluran donasi ini, KPK dan BAZNAS menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial dan kemanusiaan. Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi dan penguatan integritas aparatur negara dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan masyarakat luas.