By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Presiden Prabowo Tegaskan Kejaksaan Akan Sita Tambahan Jutaan Hektare Lahan Sawit Bermasalah pada 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Presiden Prabowo Tegaskan Kejaksaan Akan Sita Tambahan Jutaan Hektare Lahan Sawit Bermasalah pada 2026

Politik

Presiden Prabowo Tegaskan Kejaksaan Akan Sita Tambahan Jutaan Hektare Lahan Sawit Bermasalah pada 2026

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paparan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional 2025 di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi melalui penyitaan lahan kelapa sawit bermasalah. Dalam acara panen raya di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat pada Rabu Presiden menyampaikan bahwa Kejaksaan Agung akan kembali melakukan penyitaan lahan sawit seluas empat hingga lima juta hektare pada tahun 2026.

Di hadapan para petani dan pejabat negara Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan kompak dalam menegakkan hukum. Ia menekankan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merugikan rakyat dan merusak tata kelola sumber daya alam.

“Kita sudah menguasai sudah sita empat juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum sudah kita sita. Jampidsus benar Jaksa Agung. Dan tahun 2026 kita akan sita tambahan empat sampai lima juta lagi,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan sambutan.

Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap ratusan aktivitas pertambangan ilegal. Dari penindakan tersebut negara berhasil menyelamatkan ratusan triliun rupiah yang sebelumnya berpotensi hilang akibat kebocoran dan praktik melawan hukum.

“Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal sudah ratusan triliun kita selamatkan. Masih banyak yang bocor dan terus kita kejar karena uang rakyat harus benar benar dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tidak boleh ada satu rupiah pun yang tidak sampai ke rakyat. Ini tekad saya sebagai Presiden dan ini tugas Kabinet Merah Putih,” tegas Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa penyitaan empat juta hektare lahan sawit yang telah dilakukan hingga akhir tahun 2025 bukanlah akhir dari upaya penegakan hukum. Menurutnya langkah tersebut baru merupakan tahap awal dalam membongkar penguasaan kawasan hutan yang dilakukan secara tidak sah oleh sejumlah pengusaha.

Dalam kesempatan terpisah di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta pada 24 Desember 2025 Presiden menyampaikan keyakinannya bahwa potensi kerugian negara akibat penguasaan ilegal kawasan hutan masih sangat besar. Jika ditelusuri secara menyeluruh nilai kerugian tersebut diperkirakan dapat mencapai ratusan triliun rupiah.

“Ini baru permulaan. Jika diteliti dengan sungguh sungguh potensi kerugian negara bisa mencapai ratusan triliun rupiah,” kata Presiden.

Presiden juga mengungkap bahwa praktik penguasaan kawasan hutan secara ilegal telah berlangsung lama. Ia menyebut terdapat pengusaha yang merasa kebal hukum karena menganggap aparat dan pejabat negara dapat disuap.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Rafa Abdurrahman, Anak Maman Abdurrahman yang Ukir Sejarah
Optimisme John Herdman untuk Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Kami Bisa Melangkah Jauh

“Mereka berani melecehkan negara menganggap pejabat di setiap eselon bisa dibeli dan disogok,” ujar Prabowo.

Oleh karena itu Presiden mengingatkan Satgas PKH untuk menjaga integritas dan bekerja secara jujur serta profesional. Ia menegaskan agar seluruh jajaran satgas menghindari praktik lobi dan tekanan dari pihak pengusaha yang berkepentingan.

Presiden menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penegakan hukum atas lahan sawit dan sumber daya alam merupakan bagian dari upaya melindungi hak rakyat serta memastikan kekayaan negara dikelola untuk sebesar besarnya kemakmuran bangsa Indonesia.

You Might Also Like

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik
Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat
Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Buka Suara soal Rumor Menteri Keuangan
Marinir TNI AL Matangkan Akurasi Tembakan untuk Tampil Maksimal di RIMPAC 2026
Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara
TAGGED:Kejaksaan AgungLawah SawitPrabowo SubiantoPresiden Prabowo SubiantoSatgas PKH
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Isa Rachmatarwata (kanan) berjalan keluar usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Foto : ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) Mantan Dirjen Anggaran Kemenkeu Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Perkara Jiwasraya
Next Article Foto : BAZNAS Native Online (Sumber : Kontan.co.id) KPK Gandeng BAZNAS untuk Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Sumatra
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Saat Negara Lain Krisis, Indonesia Justru Jadi Raksasa Energi Baru

2 weeks ago
Terkini

11 Pejabat Ditangkap Sepekan, Cermin Kerapuhan Amanah dan Belengu Budaya Korupsi di Indonesia

3 weeks ago
Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, (4/6/2026). (Foto: Generated AI/Kejaksaan RI)
Terkini

Dadan Cs Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Terafiliasi Yayasan SPPG Hingga Markup Motor Listrik, Sepatu, dan Tablet

3 weeks ago
PolitikTerkini

Prabowo Bentuk BUMN Ekspor Raksasa, Kebocoran SDA Rp2.600 Triliun Diburu !

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index