By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Legislator PKS: Label Syariah Itu Komitmen Moral, Bukan Maskot
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Legislator PKS: Label Syariah Itu Komitmen Moral, Bukan Maskot

Politik

Legislator PKS: Label Syariah Itu Komitmen Moral, Bukan Maskot

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
2 Min Read
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Batam, Kepulauan Riau. (Foto : Prima/Vel)
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Batam, Kepulauan Riau. (Foto : Prima/Vel)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menaruh atensi mendalam terhadap isu gagal bayar yang melanda platform fintech Dana Syariah Indonesia (DSI).

Ia menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar urusan kegagalan bisnis, melainkan ancaman serius terhadap integritas sistem keuangan syariah di Indonesia.

Anis mengingatkan bahwa entitas keuangan berbasis syariah memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibandingkan institusi konvensional.

Prinsip-prinsip seperti keadilan (‘adl), amanah, dan transparansi (shidq) seharusnya menjadi fondasi utama, bukan sekadar pelengkap akad.

“Label syariah itu bukan sekadar identitas untuk menarik nasabah, tetapi sebuah komitmen moral. Ketika dana masyarakat tertahan tanpa kepastian, yang dipertaruhkan adalah kredibilitas seluruh sistem keuangan syariah,” ujar Anis dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, legislator asal Jakarta ini mencermati adanya risiko penyimpangan nilai atau moral hazard di balik ketidakjelasan informasi penyelesaian dana.

Menurutnya, pembiaran masalah tanpa komunikasi yang jujur dapat merusak kepercayaan publik secara luas terhadap industri fintech syariah yang sedang berkembang.

Ia mendesak manajemen DSI untuk segera melakukan langkah nyata.
Pertaa, membuka kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya kepada publik.

Kedua, menyusun jadwal penyelesaian kewajiban yang pasti dan logis.

Baca Juga :

Budiman Sudjatmiko Sebut TKN Prabowo-Gibran Targetkan Menang di Bali 
Prabowo Tetapkan Soeharto Pahlawan Nasional, Dokumen Diserahkan ke Tutut

Ketiga, menjalin dialog yang jujur dan berkelanjutan dengan para pemberi dana (lenders).

Peran Strategis OJK

Tak hanya kepada perusahaan, Anis juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperketat fungsi pengawasan.

Ia tidak ingin prinsip syariah hanya di atas kertas atau pada aspek formalitas akad saja.

“OJK punya peran strategis. Pastikan prinsip syariah benar-benar menyatu dalam praktik pengelolaan dana dan perlindungan konsumen. Pengawasan harus konsisten agar ekosistem ini tumbuh secara sehat,” tegasnya.

Anis berharap kemelut yang menimpa DSI bisa menjadi momentum evaluasi total bagi standar etika dan manajemen risiko industri fintech syariah nasional.

“Agar hak masyarakat terpenuhi dan marwah keuangan syariah tetap terjaga kokoh,” pungkasnya.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:DPR RILegislator PKSPKS
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bapanas Pastikan Ketahanan Pangan Nasional 2026 Aman dan Cukup
Next Article Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian menggelar rapat untuk penunjukan John Hermand sebagai pelatih Timnas Indonesia di Gedung DRP RI, Senin (5/1). (Foto : Dok. DPR RI) Sambut John Herdman, Komisi X DPR: Jangan Hanya Kejar Hasil Instan, Bangun Sistem!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
Politik

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index