By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Makanan Ultra-Proses Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Makanan Ultra-Proses Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kesehatan

Makanan Ultra-Proses Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Hubungan antara pola makan dan kesehatan mental semakin menjadi sorotan. Profesor neurobiologi dari Stanford University, Andrew Huberman, menegaskan bahwa makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata punya dampak signifikan terhadap suasana hati dan kondisi psikologis secara keseluruhan.

Contents
Kaitan Antara Makanan Olahan dan Gangguan MentalData Penelitian: 58 Persen Alami Gangguan MentalSaatnya Lebih Memilih Apa yang Kita Makan

“Gagasan bahwa apa yang kita makan bisa mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental bukan hal yang mengejutkan,” kata Huberman dalam kutipan yang disiarkan Hindustan Times.

Namun, yang kini menarik perhatian ilmuwan adalah semakin banyaknya bukti ilmiah dan klinis yang menghubungkan konsumsi makanan olahan dengan peningkatan risiko gangguan mental. Huberman menyebut bahwa perubahan pada fungsi mitokondria pusat energi sel kemungkinan besar menjadi penghubung biologis antara keduanya.

Kaitan Antara Makanan Olahan dan Gangguan Mental

Dalam siniar bersama psikiater dari Harvard University, Chris Palmer, yang dirilis pada 4 April 2025, keduanya membahas data yang menunjukkan bahwa makanan minim proses lebih mendukung kesehatan mental daripada makanan yang telah melewati banyak tahapan pengolahan.

“Tentu saja, ini masih korelasi. Bisa jadi, pola gaya hidup lain juga berkontribusi,” ujar Huberman.

Meski begitu, temuan ini dinilai penting sebagai pertimbangan dalam menjaga pola makan harian.

Dr. Palmer menambahkan, makanan ultra-proses bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mental. Makanan jenis ini biasanya rendah serat, tinggi gula, garam, dan lemak, serta mengandung berbagai zat aditif yang dapat memengaruhi sistem saraf.

Data Penelitian: 58 Persen Alami Gangguan Mental

Berdasarkan analisis terhadap lebih dari 300.000 responden, ditemukan hubungan langsung dan linier antara konsumsi makanan ultra-proses dan kesehatan mental yang buruk.

“Dari kelompok yang mengonsumsi makanan ultra-proses setiap hari dalam jumlah banyak, sekitar 58 persen melaporkan memiliki kondisi mental yang buruk,” ungkap Palmer.

Baca Juga :

Fakta-Fakta Pengawas TPS Bunuh Diri Usai Serahkan Laporan ke Panwascam
Pidato Megawati Rakernas V PDIP, Singgung Tokoh yang Tidak Hadir hingga Pemilu

Sebaliknya, hanya 18 persen dari kelompok yang jarang atau bahkan tidak pernah mengonsumsi makanan ultra-proses mengalami gangguan serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kebiasaan makan memegang peranan besar dalam menjaga kesehatan jiwa.

Saatnya Lebih Memilih Apa yang Kita Makan

Penelitian ini semakin menegaskan pentingnya kesadaran terhadap pola makan, terutama di kalangan anak muda yang kerap memilih makanan praktis dan cepat saji. Meski belum sepenuhnya membuktikan sebab-akibat secara pasti, korelasi antara makanan ultra-proses dan kesehatan mental patut dijadikan peringatan.

Menjaga pola makan bukan hanya soal penampilan atau kesehatan fisik, tetapi juga menyangkut stabilitas emosi, energi harian, dan kualitas hidup secara keseluruhan.***

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Makanan SehatUltra-Proses
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mitos atau Fakta: Benarkah Perempuan Lebih Sulit Membaca Peta Dibanding Laki-laki?
Next Article Mitos atau Fakta? Hafalan Itu Nggak Sepenting yang Guru Bilang!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index